Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Wapres: PNPM Contoh Program Pengentasan Kemiskinan

Kamis 27 Sep 2012 16:08 WIB

Red: Djibril Muhammad

Wapres Boediono

Wapres Boediono

Foto: Saptono/Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Boediono mengatakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) merupakan salah satu model atau contoh mengenai bagaimana melaksanakan program pengentasan kemiskinan.

"Pola ini tidak bisa sembarang dicapai tanpa menunjukkan keberhasilan perjalanan dan pencapaian sasaran yang tepat," kata Wakil Presiden (Wapres) Boediono saat membuka Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat (GKPM) Expo dan Award tahun 2012 di Balai Sidang Jakarta, Kamis (27/9).

Wapres menambahkan, pada setiap kunjungannya ke berbagai daerah di Indonesia dirinya selalu menyempatkan diri melihat realisasi program PNPM. "Dari hasil kunjungan tersebut saya bisa merasakan betapa besar manfaat yang bisa diterima oleh masyarakat atas keberhasilan program tersebut contohnya air bersih, sarana-prasarana dan lain sebagainya," katanya.

Menurut dia, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dua hakikat penting yang ada dalam PNPM yakni unsur filsafat dan mekanisme operasional. "Unsur pertama yakni filsafat menunjukkan bahwa PNPM merupakan program dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat dan itu merupakan esensi yang paling penting terkait kesejahteraan masyarakat," katanya.

Unsur kedua, tambah dia, adalah mekanisme operasional di lapangan yang sudah teruji, berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan. "Unsur tata kelola pemerintahan yang baik juga tidak terlepas dari program PNPM," katanya.

Dua unsur tersebut, kata Wapres harus terus dijaga dan dilanjutkan secara keberlanjutan. Sementara itu, hadir dalam acara tersebut, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA