Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

BNPB Kerahkan 18 Pesawat Atasi Kebakaran Lahan

Kamis 27 Feb 2014 20:43 WIB

Red: Fernan Rahadi

Kebakaran hutan

Kebakaran hutan

Foto: blogspot

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan sebanyak 18 pesawat untuk mengatasi kebakaran lahan dan hutan di wilayah Provinsi Riau dan Kalimantan.

"Itu merupakan hasil rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra) di Jakarta," kata Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman lewat surat elektronik, Kamis (27/2) malam.

Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan telah melaporkan kondisi kebakaran lahan dan hutan Riau dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri tentang 'Antisipasi Dampak Musim Kemarau dan Pengendalian Karhutla' di Kantor Menkoskesra Agung Laksono, Kamis (27/2).

Rakor tersebut juga dihadiri Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan, Menteri Dalam Negeri, Kepala BNPB, Kepala BMKG serta Wakil Gubernur Kalimantan Tengah.

Diketahui, untuk tindakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), membutuhkan pesawat yakni dua unit Pesawat Hercules dan 6 Pesawat Cassa, sementara untuk kebutuhan 'boombing' adalah dua unit Pesawat Amphibi, 2 Helikopter Kamov, 2 Helikopter Sikosky, dan 4 Helikopter Bolcow.

"Semuanya telah dipersiapkan untuk Riau dan Kalimantan. Namun Riau prioritas," katanya.

Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dalam kesempatan itu memaparkan kondisi asap di Provinsi Riau, bahwa jarak pandang di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II pagi tadi sudah satu kilometer, sementara untuk titik api sudah nihil.

Pemprov Riau kata dia, juga telah menggelar rakor tingkat daerah melibatkan Danlanud, Danrem, Kapolda, Kajati untuk segera mengatasi persoalan klasik itu.

Hasil rapat ini menurut dia juga menyimpulkan bawah 70 persen wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau pada April dan Mei 2014. "Untuk Sumatera dan Kalimantan akan terjadi pada April, Mei, dan Juni 2014," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA