Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

PP Muhammadiyah: Karikatur The Jakarta Post Salah Tempat

Selasa 08 Jul 2014 12:19 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Karikatur Jakarta Post, edisi Kamis 3 Juli 2014.

Karikatur Jakarta Post, edisi Kamis 3 Juli 2014.

Foto: Republika/Erik Purnama Putra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay mengatakan karikatur yang dimuat The Jakarta Post pada 3 Juli yang dinilai menghina dan menyinggung agama Islam tidak pada tempatnya terbit di Indonesia.

"Kalau betul karikatur itu merupakan kritik kepada kelompok ISIS di Timur Tengah, tidak pada tempatnya diterbitkan di Indonesia. Kasus ISIS sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Muslim Indonesia," kata Saleh Partaonan Daulay di Jakarta, Selasa.

Bahkan, Saleh menilai sebagian besar Muslim Indonesia tidak paham mengenai kelompok ISIS yang ada di Irak dan Suriah. Sebagai media yang terbit di Indonesia, seharusnya para redaktur The Jakarta Post paham psikologi sosial Muslim Indonesia.

Menurut Saleh, unsur-unsur yang terdapat dalam karikatur tersebut sangat jelas mengandung penghinaan terhadap Islam. Pasalnya, simbol dan tulisan-tulisan yang ada di dalam karikatur itu adalah tulisan yang memiliki makna penting dalam akidah Islam.

Kalimat "Laa ilaaha illallaah" di atas gambar tengkorak, misalnya, adalah kalimat yang mengandung kesaksian sekaligus penyerahan diri kepada kekuasaan Allah swt.

"Begitu juga kata-kata Allah dan Rasulullah di dalam lingkaran tengkorak adalah unsur akidah Islam paling fundamental. Seseorang dikatakan beriman sebagai Muslim hanya jika meyakini Allah sebagai Tuhan dan Muhammad sebagai Rasul," tuturnya.

Karena itu, Saleh mengatakan tidak sepantasnya jika kalimat-kalimat suci itu dideskripsikan sebagai sesuatu yang mengandung nilai kekerasan dan permusuhan. Menurut Saleh, banyak kasus pemuatan karikatur sejenis di luar negeri yang diprotes berbagai elemen masyarakat Muslim Indonesia. Karena itu, wajar jika banyak orang curiga ada agenda tersembunyi di balik pemuatan karikatur itu.

"Sebagai seorang Muslim, tentu saya sangat terkejut dengan karikatur itu. Apalagi, karikatur itu dimuat media berbahasa Inggris yang dibaca di hampir seluruh dunia melalui edisi digital," katanya.

Sebelumnya, publik Indonesia dikejutkan dengan pemuatan karikatur di harian The Jakarta Post pada 3 Juli yang dinilai menyinggung umat Islam. Pihak The Jakarta Post telah menyampaikan permohonan maaf terkait pemuatan karikatur itu.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA