Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Kemenhub Minta Kebijakan Pengendalian BBM Subsidi Ditinjau Ulang

Sabtu 09 Agu 2014 07:12 WIB

Rep: Aldian Wahyu Ramadhan/ Red: Esthi Maharani

Spanduk pemberitahuan penghentian penjualan BBM bersubsidi terpasang di rest area KM 34 jalan tol Jagorawi, Bogor, Rabu (6/8). (Republika/Raisan Al Farisi)

Spanduk pemberitahuan penghentian penjualan BBM bersubsidi terpasang di rest area KM 34 jalan tol Jagorawi, Bogor, Rabu (6/8). (Republika/Raisan Al Farisi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan meminta kebijakan pengendalian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ditinjau ulang.

Direktur Jenderal Angkutan Darat Kemenhub Suroyo Alimoeso mengatakan, dalam waktu dekat akan diadakan rapat bersama terkait pengendalian BBM bersubsidi.

''Minta ditinjau ulang,'' kata dia kepada //Republika//, Jumat (8/8) sore.

Menurut Suroyo, kontrol BBM bersubsidi lebih baik dengan cara pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan larangan konsumsi BBM bersubsidi untuk mobil pribadi. Alasannya, bisa saja kebocoran terbesar dari alur distribusinya. Selain itu, pemilik mobil sudah tidak tepat mendapatkan jatah BBM bersubsidi.

Dia menilai, dari seluruh instruksi pengendalian BBM bersubsidi, penghapusan Premium di SPBU jalan tol merupakan langkah terbaik. Pasalnya, mayoritas kendaraan yang melintas merupakan mobil pribadi.

Dalam beberapa bulan, kata Suroyo, tarif angkutan juga akan naik. Namun, hal tersebut masih dikaji.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA