Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Modifikasi Cuaca Berhasil, Hujan Sirami Kebakaran Riau

Selasa 03 Mar 2015 13:55 WIB

Red: Ilham

Kebakaran hutan dan lahan di Desa Buruk Bakul, Bengkalis, Riau, Jumat (13/2).

Kebakaran hutan dan lahan di Desa Buruk Bakul, Bengkalis, Riau, Jumat (13/2).

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID,PEKANBARU -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menyatakan operasi modifikasi cuaca untuk penanggulangan kebakaran lahan dan hutan mulai membuahkan hasil. Hal itu ditandai dengan turunnya hujan di Provinsi Riau.

"Berdasarkan laporan yang masuk ke Posko Siaga Darurat Kebakaran Riau, telah terjadi hujan deras kemarin di sebagai selatan Kabupaten Bengkalis," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan BPPT F. Heru Widodo, Selasa (3/3).

Operasi modifikasi cuaca menggunakan satu pesawat jenis Casa 212 milik BPPT memulai menebar garam untuk hujan buatan di Riau pada Senin (2/3), lalu. Pesawat BPPT melakukan satu kali terbang untuk menebar garam dilangit Kabupaten Bengkalis, Siak, Pelalawan dan Kota Dumai.

"Direncanakan, pesawat Casa tersebut sebelumnya menampung hingga 1,2 ton garam, namun dikurangi jadi 800 kilogram karena ada wartawan yang ikut meliput proses di pesawat," ungkap Heru.

Heru mengatakan, penyemaian awan akan terus dilakukan dan pada hari ini pesawat BPPT akan lepas landas pada sekitar pukul 13.00 WIB. Direncanakan, pesawat akan melakukan tiga kali penerbangan (sorti) dengan membawa masing-masing satu ton garam.

"Kami terus memperhitungkan kondisi awan yang bisa disemai untuk menghasilkan hujan," ucapnya.

Awalnya, BPPT merencanakan operasi modifikasi cuaca bisa menggunakan dua pesawat yakni Casa 212 dan pesawat CN 295 milik TNI. Heru mengatakan, BPPT sudah mengirimkan surat permohonan peminjaman pesawat ke Panglima TNI pada pekan lalu.

"Surat ke Panglima TNI sudah dikirimkan, tinggal menunggu balasan tidak lama lagi. Apalagi Pemprov Riau sudah menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran," ujarnya.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sugarin mengatakan, hasil pencitraan satelit Terra dan Aqua yang terbarui pada 3 Maret pukul 07.00 WIB menunjukan  terdapat sembilan titik panas di Provinsi Riau. Seluruhnya menunjukan akurasi di atas 70 persen yang artinya adalah titik api kebakaran.

Titik panas (hotspot) paling banyak terdapat di Kabupaten Bengkalis dengan enam titik, diikuti Kabupaten Kepulauan Meranti ada dua titik, dan Pelalawan satu titik. 

"Cuaca Riau pada umumnya cerah berawan dengan peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tidak merata pada sore dan malam atau pagi dini hari terjadi di wilayah Riau bagian barat, tengah dan selatan," tutur Sugarin. Ia menambahkan, sejauh ini alat Indeks Standar Pencemar Udara masih menunjukan kualitas udara dalam kondisi baik.

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA