Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Pertama Kali, Ritual Puja Waisak Diadakan di Mal

Selasa 02 Jun 2015 16:49 WIB

Rep: Andi Nurroni/ Red: Indah Wulandari

Peringati Waisak

Peringati Waisak

Foto: Jessica Wuysang/Antara

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Peringatan Hari Suci Waisak di Kota Surabaya tahun ini terbilang berbeda. Bukan diadakan di wihara atau candi seperti umumnya, ritual puja atau penghormatan terhadap sang Buddha dilakukan di tengah pusat perbelanjaan Plasa Tunjungan.

Kegiatan bertema Vesak Festival 2015 tersebut menghadirkan empat diorama yang berkisah tentang perjalanan hidup Sidharta Gautama, sosok inti dalam ajaran Buddhisme. Diorama pertama berupa patung kecil Pangeran Sidharta yang melambangkan masa kelahiran sang Budha.

Diorama kedua adalah patung Sidharta dalam posisi bertapa, yang mewakili momentum ketika Shidarta mendapatkan pencerahan di bawah pohon Bodhi. Diorama ketiga adalah patung sang Buddha dalam posisi tidur, yang merupakan perlambang ketia sang Buddha menngalami parinibbana atau meninggal.  

Selain ketiga diorama tersebut, masih ada satu diorama lagi, yakni sosok Buddha dalam posisi berdiri sembari mengangkat tangan atau disebut abhaya mudra. Patung keempat inilah yang menjadi daya tarik karena ukurannya yang raksasa, yang tingginya mencapai 12 meter.

Patung Buddha dalam posisi tersebut, disampaikan panitia, menyimbolkan perlindungan dari bahaya, kedamaian dan menghilangkan ketakutan. Di hadapan masing-masing diorama sosok sang Buddha itu, umat Buddhis melakukan penghormatan.

Bagi umat Buddhis Surabaya, peringatan Hari Suci Waisak tahun ini terbilang istimewa. Mereka berkesempatan menyaksikan relik atau abu kristal Sidharta Gautama. Koordinator Acara Anthony Soehartono menjelaskan, panitia mendatangkan lima relik yang tersebar di sejumlah negara.

“Ini merupakan benda yang sangat disakralkan dalam ajaran Buddhisme,” ujar Anthony, Selasa (2/6).

Relik Sidharta yang disebut berusia 2500 tahun tersebut dikemas dalam tabung kaca kecil yang dibingkai lempengan logam. Setelah prosesi penyambutan, kelimanya diletakan di altar penyembahan, persis di depan patung Buddha raksasa.

Vesak Festival 2015 di Surabaya, yang diinisiasi Yayasan Dharma Rengsi dan Buddhist Education Center    Surabaya sukses menarik perhatian pengunjunga mal Plasa Tunjungan.

Menurut Koordinator Acara Anthony Soehartono, mal dipilih sebagai tempat peringatan Waisak demi menjangkau masyarakat lebih luas.

“Dengan begitu, kami berharap akan terbangun saling pengertian dan toleransi antarumat beragama,” ujar dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA