Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Pesan Veteran Kepada Generasi Muda: Jangan Sampai Dijajah Kembali!

Rabu 12 Aug 2015 02:48 WIB

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

  Sejumlah veteran melakukan gerak jalan memperingati Hari Veteran Nasional di Jakarta, Selasa (11/8).   (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Sejumlah veteran melakukan gerak jalan memperingati Hari Veteran Nasional di Jakarta, Selasa (11/8). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa mengatakan, veteran pejuang sebagian besar merupakan senior citizen yang lanjut usia. Mereka perlu mendapatkan perhatian.

"Kami senang jika diminta tolong untuk membantu para veteran. Namun kalau insentif untuk veteran pejuang dari Kementerian Pertahanan," kata Khofifah, Selasa, (11/8).

Kalau bedah rumah, terang dia, akan menjadi program bersama. Sudah banyak pembuatan perumahan untuk veteran pejuang.

Veteran pejuang, Suwarno (75 tahun) mengatakan, ia pernah menjadi pasukan Angkatan Laut (AL) dan berjuang untuk merebut Irian Barat. "Saya  terjun ke Irian Barat berjuang di sana, selain itu juga melakukan  konfrontasi dengan Malaysia di Nunukan, Sebatik, dan Sebayan."

Dalam konfrontasi dengan Malaysia, Suwarno mengaku kehilangan dua teman saat usianya 24 tahun. Lalu ia juga harus kehilangan 18 teman-temannya saat perebutan Timor Leste.

"Saat ini sudah ada sedikit perhatian dari pemerintah. Kami dapat insentif sebesar 1,4 juta per bulan, cukup lumayan dari pada tak ada," ucap dia.

Ia berpesan kepada generasi muda untuk terus mempertahankan kemerdekaan NKRI. "Jangan sampai Indonesia dijajah kembali," ungkap dia

Sementara itu, Supangat  veteran pejuang dari  Angkatan Laut (77 tahun) mengatakan, ia berjuang mempertahankan Yogyakarta dari agresi militer Belanda.

"Perjuangan meraih kemerdekaan tidak mudah. Saya meminta agar generasi muda terus mempertahankan  perjuangan para veteran untuk mempertahankan NKRI jangan sampai dijajah lagi," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA