Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Menaker: Buruh Termasuk Sosok Pahlawan Masa Kini

Selasa 10 Nov 2015 17:14 WIB

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Winda Destiana Putri

Buruh

Buruh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Ketenagakerjaan RI, M Hanif Dhakiri mengatakan para buruh atau pekerja, pengusaha, wirausahawan dan TKI termasuk sebagai sosok pahlawan.

Demikian juga dengan pemuda, orangtua, guru, birokrat dan pemimpin.

"Pahlawan itu kamu, yang membuka lapangan kerja untuk saudara sebangsa. Yang memperhatikan mitranya yang bekerja untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama," ujar Hanif melalui akun Twitter, Selasa (10/11).

Menurut pemilik akun @hanifdhakiri itu, sosok pahlawan adalah para buruh dan pekerja yang bekerja di aneka tempat kerja dengan dedikasi dan  sukacita. Selalu mencari cara untuk maju dan berprestasi demi kebaikan bersama. Pahlawan itu mereja yang bekerja apapun asal halal dan selalu bersyukur atas sekecil apapun karunia Tuhan.
 
Para TKI pun, termasuk sosok pahlawan dalam pandangan Hanif. Pasalnya mereka bekerja ke luar negeri untuk sejahterakan keluarga, menjaga diri dan nama baik bangsa.
 
Selain itu, Hanif pun memasukkan para pemuda dan pemudi Indonesia, termasuk seluruh mahasiswa dan pelajar yang bangga sebagai warga negara Indonesia yang tak silau dengan kehebatan bangsa lain, tapi selalu mawas diri untuk maju, maju dan menang.

Kaum muda yang ambil bagian untuk perubahan bangsa dengan komitmen dan konsistensi, dengan nalar dan ideologi, dengan kesabaran dan progresivitas juga dapat dikategorikan sebagai pahlawan masa kini.
 
Hanif pun bicara soal jasa pada orang tua yang menjadi pahlawan bagi anak-anaknya. "Pahlawan itu adalah orang tua yang peduli masa depan anak-anaknya. Membimbing anak dengan agama, ilmu, kesederhanaan dan kehormatan,” kata Hanif.
 
Sosok pahlawan pun tak mengenal golongan kaya dan miskin. Pahlawan adalah merasa yang miskin tapi tidak kufur, merasa miskin tapi tidak ngawur, merasa miskin tapi suka berbagi, merasa miskin tapi penuh syukur. "Yang  merasa lemah tapi tak berhenti berdoa di tengah keterbatasan. Yang selalu rindu kebaikan untuk diri dan bangsanya,” kata Hanif.
 
“Sedangkan Para orang-orang kaya pun bisa menjadi pahlawan dengan syarat  senang berbagi, merasa kaya tapi peduli, merasa kaya tapi membuka diri, merasa kaya tapi berperilaku terpuji,” ujar Hanif.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA