Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Sikap Mahasiswa Islam dan Buddha UI Terhadap Insiden Tanjung Balai

Selasa 02 Aug 2016 06:07 WIB

Red: M.Iqbal

Sejumlah warga melihat kondisi Kelenteng Dewi Samudera yang telah dipasang garis polisi pasca kerusuhan, di Tanjung Balai, Sumatera Utara, Sabtu (30/7).

Sejumlah warga melihat kondisi Kelenteng Dewi Samudera yang telah dipasang garis polisi pasca kerusuhan, di Tanjung Balai, Sumatera Utara, Sabtu (30/7).

Foto: Antara/Anton

REPUBLIKA.CO.ID,Nuansa Islam Mahasiswa (Salam) UI dan Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMB) UI sebagai lembaga kerohanian di Universitas Indonesia, sekaligus bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan persaudaraan, menyampaikan pernyataan sikap terkait insiden yang terjadi di Tanjung Balai, pekan lalu.

Tepatnya pada 29 Juli 2016, terjadi ketegangan antara sebagian umat Islam dan umat Buddha di Tanjung Balai, Sumatra Utara, yang berujung pada pembakaran dan pengrusakan beberapa tempat ibadah umat Buddha.

Berikut petikannya:

Pertama, kami sangat menyayangkan terjadinya kerusuhan dan kekerasan yang telah mencederai kerukunan antarumat beragama di Tanjung Balai.

Kedua, Salam UI maupun KMBUI hendak menyampaikan bahwa Islam maupun Buddha merupakan agama yang mengajarkan perdamaian dan persatuan, serta tidak membenarkan segala macam bentuk kekerasan.

Ketiga, meminta Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs Raden Budi Winarso dan Kapolres Tanjung Balai AKBP Ayep Wahyu Gunawan, S.I.K, M.Hum, untuk serius dalam meningkatan pengamanan terhadap masyarakat di Sumatra Utara serta menindak tegas para pelaku provokasi dan kekerasan, khususnya yang ada di Tanjung Balai. Tujuannya agar hadir rasa aman bagi masyarakat dan tidak terjadi hal yang serupa ke depannya.

Keempat, mengimbau agar pemerintah, tokoh agama setempat dan seluruh warga di Tanjung Balai, agar lebih meningkatkan silaturahim antarsesama, membangun kebersamaan di momen-momen kultural, agar terbangun hubungan kedekatan yang saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

Kelima, teruntuk seluruh umat Islam dan umat Buddha di Indonesia, mari menahan diri untuk tidak terprovokasi, bijak dalam bersikap, serta cerdas dalam memilah informasi. Mari kita pastikan, bahwa peristiwa Tanjung Balai tidak akan membuat kerukunan yang sudah terjalin lama menjadi goyah.

Demikian pernyataan sikap dari kami. Semoga kita semua tetap saling menjaga persaudaraan dan persatuan serta kebaikan selalu terlimpah untuk negeri kita tercinta.

Salam cinta

Nuansa Islam Mahasiswa (Salam) UI dan Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMB) UI

sumber : Pers Rilis
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA