Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Mensos Targetkan 300 E-Warong di 2016

Sabtu 10 Sep 2016 23:48 WIB

Red: Esthi Maharani

Mensos KhofIfah Indar Parawansa menjawab pertanyaan anggota dewan saat berlangsungnya rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/9).

Mensos KhofIfah Indar Parawansa menjawab pertanyaan anggota dewan saat berlangsungnya rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/9).

Foto: Antara/ Akbar Nugroho Gumay

REPUBLIKA.CO.ID, KARIMUN -- Kementerian Sosial menargetkan hingga akhir 2016, akan mendirikan 300 warung gotong-royong elektronik atau e-Warong sebagai sarana jual beli nontunai bagi peserta Program Keluarga Harapan (PKH).

"Tadi di Batam sudah kita luncurkan 2 elektronik warung gotong royong atau e-Warong. Dan tahun ini targetnya 300 e-Warong. Kemudian, pada tahun 2017 sebanyak 3.000 e-Warong," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan pencairan dana PKH di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Sabtu (10/9).

Menteri Khofifah menjelaskan, e-Warong merupakan sistem elektronik yang disiapkan untuk melayani jual beli kebutuhan pokok bagi peserta PKH. Sistem e-Warong diciptakan atas kerja sama Kemensos bersama BRI dan Bulog. BRI menyiapkan rekening bagi setiap peserta PKH berikut aplikasi dan koneksi internetnya. Sedangkan Bulog menyiapkan kebutuhan pokok yang akan dibeli oleh peserta PKH dengan sistem nontunai.

Ia menuturkan, ada empat jenis kebutuhan yang akan dijual di e-Warong, yaitu beras, gula, minyak goreng dan tepung.

"Tidak bisa dipakai untuk beli yang lain, kecuali empat kebutuhan itu. Kalau bapak nitip rokok, tidak bisa dibelikan pakai dana PKH," katanya.

Sistem e-Warong, menurut Khofifah, bertujuan untuk membantu peserta PKH dalam berbelanja kebutuhan pokok, serta memudahkan pengawasan terkait penyaluran dana PKH. Setiap peserta PKH akan mendapatkan satu kartu yang disebut dengan Kartu Keluarga Sejahtera yang penggunaannya mirip dengan kartu ATM. KKS, jelas dia, bisa digunakan untuk mengambil uang tunai dan bisa untuk transaksi nontunai seperti melalui e-Warong.

"Kartu ini di belakangnya ada garis hitamnya. Fungsinya sama seperti kartu ATM. Pemegang kartu ini, nantinya bisa menggunakannya untuk menerima bantuan raskin, dan bantuan-bantuan sosial lainnya, sepanjang yang bersangkutan memang terdaftar dalam program itu," tuturnya.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA