Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Tim Psikososial Kemensos Pulihkan Trauma Anak-Anak Korban Gempa Aceh

Kamis 15 Des 2016 00:05 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Bilal Ramadhan

Psikolog anak Kak Seto mengajak pengungsi anak korban gempa bermain sambil menyanyi di pengungsian, Pidie jaya, NAD, Jumat (9/12).

Psikolog anak Kak Seto mengajak pengungsi anak korban gempa bermain sambil menyanyi di pengungsian, Pidie jaya, NAD, Jumat (9/12).

Foto: Republika/ Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH -- Pemerhati anak sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, memberikan penguatan kepada Tim Psikososial Kementerian Sosial RI, dalam upaya memulihkan dan menyembuhkan trauma anak-anak korban gempa Aceh.

''Kak Seto merupakan bagian dari tim Kemensos. Beliau kita libatkan untuk membantu mempercepat pemulihan trauma anak-anak,'' kata Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, dalam keterangan persnya, Rabu (14/12).

Menurutnya, Kak Seto sudah berpengalaman dalam penanganan psikososial anak-anak korban bencana. Khofifah berharap, tim Psikososi dapat melakukan penyembuhan trauma lebih dini dan menggunakan metode yang tepat agar korban bisa segera dipulihkan.

Kak Seto tiba di Pidie Jaya, Rabu siang bersama Henny, yang juga akan menghibur anak-anak korban gempa. Ini merupakan kedatangan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya pada Kamis (8/12) atau sehari setelah gempa ia terbang ke Aceh untuk segera memastikan penanganan trauma anak-anak.

Sebanyak 33 anggota Tim Psikososial terdiri dari TAGANA, Dosen Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Sakti Peksos (Satuan Bakti Pekerja Sosial), Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), TKSK dan para relawan sosial.

Kak Seto mengatakan, terapi psikososial bagi korban gempa Aceh terutama anak-anak harus dilakukan sedini mungkin. Sebab, luka jiwa yang membekas pada anak-anak akan menimbulkan perasaan mudah takut, mudah curiga, tidak percaya, hingga tidak bisa bekerja sama.

''Dengan treatment psikologis yang lebih awal, ibaratnya luka ya segera diobati jadi tidak membekas terlalu dalam,'' tambahnya.

Tim Kemensos juga melibatkan kalangan profesional yakni Psikolog dan Pekerja Sosial di Aceh. Tim juga akan melakukan monitoring secara terus menerus perkembangan pemulihan anak-anak minimal hingga tiga bulan ke depan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA