Senin, 21 Syawwal 1440 / 24 Juni 2019

Senin, 21 Syawwal 1440 / 24 Juni 2019

Buku Cabul Kembali Beredar, KPAI: Percepat Reformasi Perbukuan

Senin 20 Feb 2017 21:26 WIB

Red: Nasih Nasrullah

Buku yang diduga bermuatan cabul

Buku yang diduga bermuatan cabul

Foto: dok istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Peredaran buku anak-anak yang berkonten tidak ramah anak kembali terjadi. Kali ini buku berjudul "Aku Berani Tidur Sendiri" karya Fitria Chakrawati, diterbitkan PT Tiga Serangkai. Salah satu bagian buku tersebut memuat konten yang tidak ramah anak dan bisa dimaknai mendorong penyimpangan seksual. 

Ketua KPAI, Asrorun Niam Sholeh, menegaskan konten tersebut sangat tidak layak untuk anak karena mengajarkan tentang seksualitas yang tidak tepat dan mendorong permisivitas terhadap seks menyimpang.

Menurut Asrorun, meski penulis buku bermaksud mengenalkan kemandirian lebih dini, tetapi tetap harus dengan konten dan cara yang tepat. “Niat baik saja tidak cukup,” katanya kepada Republika.co.id di Jakarta, Senin (20/2).   

Karena itu, imbuh Asrorun, KPA meminta buku itu harus ditarik dan mendesak penerbit serta penulis meminta maaf ke publik lalu mengakui kesalahan mereka. Dia mengatakan sebagai penanggungjawab sistem pendidikan nasional dan kebudayaan, menteri Pendidikan dan Kebudayaan, harus bertanggung jawab dan mengambil langkah-langkah serius mencegah hal serupa terus terjadi. Ini mengingat kejadian yang sama kerap terulang. 

Bahkan, kata dia, KPAI sudah memanggil dan memidanakan penulis buku cabul yang didedikasikan untuk anak dan remaja. “Kemdikbud perlu hadir memastikan revolusi mental melalui penyedian buku-buku bermutu dan berkualitas,” ucap dia.     

Dia juga menyarankan pemerintah segera melakukan reformasi perbukuan dengan membuat semacam UU Sistem Perbukuan Nasional, yang memastikan buku sebagai media mencerahkan dan mencerdaskan serta mencetak anak-anak Indonesia yang beradab dan bermartabat. “Bukan sarana kampanye penyimpangan perilaku dan seksual,” terang dia. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA