Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Presiden Jokowi Kunjungi Tempat Latihan Perang TNI di Natuna

Jumat 19 May 2017 08:15 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Nur Aini

Presiden Joko Widodo (tengah) meninjau KRI Imam Bonjol 383 usai memimpin rapat rapat terbatas tentang Natuna di atas kapal perang tersebut saat berlayar di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (23/6).

Presiden Joko Widodo (tengah) meninjau KRI Imam Bonjol 383 usai memimpin rapat rapat terbatas tentang Natuna di atas kapal perang tersebut saat berlayar di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (23/6).

Foto: Antara/Setpres-Krishadiyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan menyaksikan latihan perang Pasukan Pemukul Reaksi Cepat TNI di Tanjung Datuk, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Jokowi bertolak ke Natuna pada pagi hari ini, Jumat (19/5).

Berdasarkan siaran resmi Istana, untuk menuju ke Tanjung Datuk, Presiden akan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU dari Pangkalan TNI AU Raden Sadjad, Kabupaten Natuna.

Sebelum kunjungan Presiden hari ini ke Natuna, terjadi kecelakaan saat latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Natuna, Kepulauan Riau. Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Alfret Denny Teujeh, di Jakarta, Kamis, kecelakaan itu menyebabkan empat prajurit gugur dan delapan orang mengalami luka. TNI pun tengah melakukan investigasi mengusut penyebab kecelakaan ini.

Kecelakaan tersebut terjadi akibat salah satu pucuk Meriam Giant Bow dari Batalyon Arhanud 1/K yang sedang melakukan penembakan mengalami gangguan pada peralatan pembatas elevasi. Sehingga tidak dapat dikendalikan dan mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan delapan prajurit lainya mengalami luka-luka karena terkena tembakan.

Dalam kunjungan kerja ini, Presiden didampingi Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono, dan Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden Ari Setiawan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA