Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Masjid Istiqlal Siap Sambut Ramadhan

Jumat 19 May 2017 14:58 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Angga Indrawan

 Umat Islam melaksanakan sholat jumat berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (5/5).

Umat Islam melaksanakan sholat jumat berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (5/5).

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan suci ramadhan akan tiba dalam hitungan hari. Masjid-masjid pun telah menyiapkan diri guna melayani umat Islam yang akan beribadah.

Masjid Istiqlal Jakarta salah satu yang mempersiapkan jauh-jauh hari. Pasalnya, masjid ini selalu dipenuhi oleh ratusan bahkan ribuan jamaah setiap harinya selama ramadhan.

Kepala Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah mengatakan, persiapan sudah dilakukan. Koordinasi dengan berbagai pihak pun juga berjalan. "Persiapan sudah siap 100 persen," ujar Abu kepada Republika, Jumat (19/5).

Abu menegaskan, Istiqlal selalu berupaya menyiapkan maksimal dalam menyambut ramadhan. Itu dilakuka guna memberikan kenyamanan kepada jamaah. Sehingga menambah kekhusyu'an dalam beribadah.

Menurut Abu, Istiqlal Ramadhan Fair merupakan kegiatan spesial yang digelar tahun ini. Sebab, kegiatan tersebut merupakan hal berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

Abu menjelaskan, Istiqlal Ramadhan Fair digelar sejak 19 Mei sampai 17 Juni. Dalam kegiatan tersebut terdiri dari fashion show, MTQ dan lomba karya tulis. Selain itu, ada pula UMKM dan PKL yang difasilitasi menjual dagangannya pada kegiatan ini.

"Kegiatan lainnya sama seperti biasa, seperti tahun-tahun lalu," kata Abu.

Ramadhan kali ini, jelasnya, Istiqlal menyediakan tiga ribu buka puasa setiap hari. Namun, Abu mengimbau masyarakat yang akan berbuka puasa di Istiqlal untuk datang lebih awal. Abu mengharapkan mereka mengikuti tausiyah jelang buka puasa. Abu juga mengimbau agar jamaah selalu menjaga kebersihan selama di masjid.

Namun tahun ini, lanjutnya, Istiqlal tidak menyediakan makan sahur. Hal tersebut disebabkan minimnya dana. Menurut Abu, dana untuk kegiatan ramadhan murni dari swadaya masyarakat. "Kalau qiyamul lail tetap ada," Abu menegaskan.

Abu juga mengharapkan kepada masyarakat yang akan beriktikaf di masjid Istiqlal agar tidak membawa banyak  pakaian. Abu juga mengimbau agar tidak tidur setelah melaksanakan shalat subuh. Abu menambahkan, Istiqlal juga menjamin keamanan jamaah selama ramadhan. Dengan begitu koordinasi dengan TNI dan Polri pun dilakukan. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA