Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

'Generasi Muda Punya Banyak Kesempatan Membangun Bangsa'

Jumat 19 May 2017 16:17 WIB

Red: Fernan Rahadi

Generasi muda

Generasi muda

Foto: ROL/Nursari Indah Manulang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para anak bangsa terutama generasi muda Indonesia harus bisa bangkit dan berpikir cerdas dalam menyikapi ancaman radikalisme dan terorisme yang telah mengancam negeri ini. Untuk itu momen hari Kebangkitan Nasional harus bisa menjadi tonggak buat para generasi muda bangsa yang mempunya banyak kesempatan untuk berkarya  membangun bangsa demi menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.   

"Generasi muda itu memiliki kesempatan buat berkarya, kesempatan buat berkumpul, kesempatan untuk menyadari bahwa kita punya resource yang dibutuhkan, terutama di Indonesia yang negaranya kaya, punya tanah yang baik, punya potensi yang baik, punya orang-orang yang diberikan stimulus yang banyak sekali. Jadi kebangkitan nasional ini adalah kesempatan yang terbuka lebar untuk melawan radikalisme dan terorisme," ujar artis muda yang juga pemain teater, Annisa Putri Ayudya, Jumat (19/5).

Lebih lanjut wanita yang juga Puteri Intelegensia Indonesia 2011 pada pemilihan Puteri Indonesia 2011 ini mengatakan mengapa harus generasi muda yang harus bangkit. Karena kalau bukan generasi muda tentunya punya banyak harapan, baik dari segi usia, tenaga maupun kesadaran

"Pertama dari segi usia, berarti dalam masa hidup semakin banyak waktunya dan umurnya, maka makin banyak memiliki kesempatan untuk memulai seuatu pergerakan yang lebih sehat buat Indonesia," ujar wanita kelahiran Jakarta, 20 Mei 1988 yang akrab disapa Putri ini.

Lalu yang kedua menurutnya adalah tenaganya yang lebih banyak yang dimiliki genarasi muda. Dalam hal tenaga ini menurutnya bukan soal tenaga pikiran, bukan soal tenaga stamina semata namun juga soal sumber daya. Teknologi internet yang datang di Indonesia itu sudah memberikan kesempatan yang besar sekali sekaligus  pintu yang lebar para generasi muda Indonesia untuk melakukan akses informasi yang bermacam-macam.

"Jadi kalau kita masih punya tenaga yang cukup besar untuk upload-upload di media sosial, harusnya kita juga punya tenaga yang cukup besar untuk riset mengenai berita apa yang kita terima, agar kita tidak semena-mena menanggapi informasi yang terjadi. Apalagi sekarang ini musimnya hoax di media sosial. Teman-teman tentunya harus bisa memilih mana informasi yang bagus dan tidak," ujar alumni Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.

Lalu harapan yang ketiga adalah kesadaran dari para generasi muda itu sendiri apalagi anak muda zaman sekarang menurutnya sangat mudah untuk berbicara mengenai sesuatu hal yang menurutnya sebenarnya hal tersebut adalah sesuatu yang cukup bagus. Dikatakan wanita yang juga suka mendaki gunung ini,, anak muda sekarang ini sangat peduli dengan apa yang mereka bicarakan, apa yang mereka lihat, dan apa yang mereka sampaikan di lingkungan komunitasnya.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA