Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Perhatikan Keberadaan Pesantren

Senin 16 Oct 2017 08:59 WIB

Red: Agus Yulianto

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nur Wahid

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nur Wahid

Foto: ROL/Havid Al Vizki

REPUBLIKA.CO.ID, OGAN  ILIR  - Pemerintah diminta harus lebih memperhatikan keberadaan pondok pesantren. Ini karena, peran pesantren terbukti mampu menjaga Pancasila dan kedaulatan Negara Kesatuan Indonesia Republik Indonesia (NKRI).

"Peran pesantren harus mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah karena sejarahnya berpihak pada Indonesia," kata Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid  dalam acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Ahad (15/10).

Dia mengatakan, pesantren memiliki peranan besar dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Hidayat pun mencontohkan, anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) ada yang berasal dari kalangan pesantren seperti Wahid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo dan Abdul Halim.

Karena itu, menurut dia, penting mengajak pesantren untuk mengingat sejarahnya sebagai salah satu basis perjuangan memerdekaan Indonesia, menghadirkan Pancasila dan NKRI. "Kami di MPR membuka kerjas ama dengan kalangan pesantren baik secara langsung maupun dengan ormas Islam," ucapnya.

Selain itu, menurut Hidayat, pemerintah perlu mengkaji secara mendalam terkait wacana agar dibentuk kementerian yang khusus menangani pesantren sehingga dipertimbangkan secara objektif.

Politisi PKS itu mengatakan, di Kementerian Agama sudah  ada Direktorat Jenderal Pesantren sehingga harus ditingkatkan peranannya serta kewenangannya agar memiliki daya jangkau lebih luas. "Ditjen Pesantren harus dikuatkan, ditingkatkan perannya, kewenangannya dan daya jangkau. Namun apakah dibentuk melalui kementerian,harus dikaji," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA