Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Yordania Apresiasi Sikap Indonesia Soal Yerusalem

Selasa 12 Des 2017 10:47 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani

 Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengenakan syal bergambar bendera Palestina dan Indonesia pada pembukaan Bali Democracy Forum Ke- 10 di Indonesia Convention Exebation (ICE) Serpong, Banten Kamis (7/12).

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengenakan syal bergambar bendera Palestina dan Indonesia pada pembukaan Bali Democracy Forum Ke- 10 di Indonesia Convention Exebation (ICE) Serpong, Banten Kamis (7/12).

Foto: AP/Tatan Syuflana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Yordania mengapresiasi langkah tegas diplomasi Indonesia menyikapi keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas pengakuan Kota Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel.

"Menlu Yordania mengapresiasi langkah tegas dan langkah konkret diplomasi Indonesia dalam membantu perjuangan rakyat Palestina," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi usai bertemu dengan Menlu Yordania Ayman Safadi, dikutip dari laman setkab.go.id.

Retno menjelaskan, pertemuannya dengan Menlu Yordania tersebut dilakukan untuk membahas persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Konferensi Islam (OKI), yang akan digelar di Istanbul, Turki, Rabu (13/12) mendatang. Kedua negara pun sepakat terus berkoordinasi memperjuangkan hak dan kemerdekaan Palestina.

"Kami sepakat untuk terus berkoordinasi dalam memperjuangkan hak dan kemerdekaan Palestina," ujar Retno.

Dalam kesempatan itu, Menlu Retno juga menegaskan posisi Indonesia terhadap pengakuan Presiden Trump, mengenai kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Pernyataan AS mengenai status Yerusalem tidak akan mengubah komitmen kuat diplomasi Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina," tegas Menlu.

Retno juga mengemukakan, bahwa Presiden Joko Widodo pada Kamis (7/12) lalu telah menyampaikan kecaman atas keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, dan telah meminta Pemerintah AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA