Sabtu, 20 Ramadhan 1440 / 25 Mei 2019

Sabtu, 20 Ramadhan 1440 / 25 Mei 2019

Jokowi: Demokrasi Menunjang Stabilitas Politik Indonesia

Sabtu 27 Jan 2018 09:01 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Reiny Dwinanda

Presiden Joko Widodo menghadiri acara ASEAN-India Commemorative Summit di India, Kamis (25/1).

Presiden Joko Widodo menghadiri acara ASEAN-India Commemorative Summit di India, Kamis (25/1).

Foto: dok. Biro Pers Istana Negara
Jokowi berkeyakinan kuat demokrasi juga penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan demokrasi menunjang stabilitas politik di Indonesia. Dengan menegakkan demokrasi, pertumbuhan ekonomi pun Indonesia terjaga di atas lima persen setiap tahun.

"Sebagai presiden saya berkeyakinan kuat bahwa demokrasi merupakan cara yang paling tepat untuk melayani kepentingan masyarakat. Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan," kata Jokowi ketika berbicara di National Assembly of Pakistan pada Jumat (26/1) malam. 

Jokowi mengungkapkan, pemerintah perlu menjaga kemajemukan. Di lain sisi, semua elemen bangsa juga harus berkomitmen untuk saling menghormati agar demokrasi berfungsi dengan baik. 

Menurut Jokowi, Indonesia tak jauh berbeda dengan Pakistan yang majemuk. Selain menjadi rumah untuk umat Islam, Indonesia juga bagi umat Hindu, Katolik, Kristen, Buddha dan lainnya. 

Di Indonesia, 87 persen dari 260 juta penduduk Indonesia adalah Muslim. Keberadaan 226,2 juta Muslim membuat Indonesia menjadi negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

"Semua orang memahami bahwa mengelola kemajemukan bukanlah hal mudah, menjalankan demokrasi juga bukan hal mudah," kata Jokowi.

Jokowi merasa bersyukur Indonesia dapat menjaga kesatuannya dalam kemajemukan penduduknya. "Kami juga bersyukur bahwa kami dapat menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara secara demokratis," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA