Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Jokowi: Tahun Depan Jumlah Penerima PKH Naik

Kamis 08 Mar 2018 14:32 WIB

Rep: Debbie Sutrisno‎/ Red: Bayu Hermawan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengunjungi Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengunjungi Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat

Foto: Republika/Debbie Sutrisno
Pemerintah mengkaji untuk menaikan anggaran bagi penerima program PKH.

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK -- Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dalam kunjungan ini Joko Widodo (Jokowi) memberikan kartu sakti, berupa kartu indonesia pintar (KIP), Program Keluarga Sejahtera, dan Bantuan Sosial dalam bentuk pangan.

Dalam kesempatan ini, Jokowi mengatakan bahwa pemerintah sedang mengkaji untuk menaikan anggaran bagi penerima program keluarga harapan (PKH). Saat ini setiap keluarga (KK) menerima Rp 1.890.000, yang bisa diambil bertahap sebanyak empat kali. Jumlah ini memang tidak banyak sehingga pemerintab berencana menaikan jumlah anggaran tersebut.

"Tahun depan Insya Allah saya pastikan naik. Naiknya berapa mau saya sampaikan tapi kenaikan itu harus persetujuan dari DPR jadi belum bisa saya sampaikan," kata Jokowi dalam dalam pembagian KIP, PKH, dan Bansos di GOR Tridharma, Kamis (8/3).

Jokowi mengatakan bantuan ini diberikan pemerintah untuk membantu agar setiap keluarga yang membutuhkan bisa memenuhi kebutuhan gizi dan pendidikan sang anak. Jangan sampai ada anak yang tidak bisa membeli perlengkapan sekolah seperti buku, seragam, sepatu dan kebutuhan lainnya. Selain itu dana dari PKH disalurkan agar anak-anak Indonesia tidak ada yang mengalami gizi buruk.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, selain menaikan anggaran penerima PKH per KK, pemerintah juga berupaya menaikan jumlah penerima PKH setiap tahunnya. Tahun lalu jumlah penerima PKH mencapai enam juta, sedangkan tahun ini jumlahnya hingga 10 juta KK.

"Karena program ini bertujuan untuk agar tidak ada gizi buruk dan semua anak bisa sekolah maka jumlahnya akan kita naikan menjadi 15 juta KK," ujar Jokowi.

Melalui bantuan ini Jokowi sangat berharap agar uang tersebut bisa digunakan dengan bijak tanpa dipakai membeli barang di luar ketentuan seperti membeli rokok atau belanja lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy menjelaskan secara rinci bahwa untuk penerima Kartu Indonesia Pintar untuk wilayah Jawa Timur jumlah 2.190.163 siswa. Untuk Kartu Indonesia Pintar di wilayah Gresik total semua adalah 36.190 siswa. Adapun peserta yang hadir untuk mewakili menerima Kartu Indonesia Pintar hari ini ada 1.170 siswa.

Selanjutnya untuk penerima program keluarga harapan untuk wilayah Jawa Timur sebanyak 1.790.690 penerima manfaat. Adapun untuk Kabupaten Gresik sebanyak 53.390 penerima manfaat, dan yang hadir pada hari ini ada sekitar 1.043 peserta.

Untuk bantuan pangan beras sejahtera yang hadir pada kali ini untuk wilayah provinsi Jawa Timur 2.819.765 penerimadan penerima bantuan pangan Rastra (beras sejahtera) untuk Kabupaten Gresik ada 85.586 keluarga.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA