Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Grab Akuisisi Uber, Menhub Minta tidak Ada Monopoli

Senin 02 Apr 2018 21:07 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Winda Destiana Putri

Uber

Uber

Ia pun berharap antar penyedia layanan transportasi online bisa berdampingan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, tidak ingin ada monopoli dalam bisnis transportasi online. Ia pun berharap antar penyedia layanan transportasi online bisa berdampingan.

"Kita tidak ingin ada monopoli," tegas Budi kepada wartawan di Jakarta, Senin, (2/4). Pasalnya, setelah Grab mengakuisisi Uber Asia Tenggara, dikhawatirkan ada monopoli.

"Terkait Grab dan Uber, akuisisi itu adalah (urusan) masing-masing yang melakukan. Hanya saja kita selalu ingin Grab dan Gojek harus berdampingan. Maka kita upayakan tidak ada monopoli," tegasnya.

Lebih lanjut, kata dia, yang terpenting para pengemudi ojek online bisa mendapatkan perlindungan. Termasuk mendapat jumlah tarif yang memadai.

Hanya saja, ia menegaskan, pemerintah tidak akan ikut menentukan tarif ojek online. "Kita tidak ikut tetapkan tarif tapi kita sudah mediasi kita lihat saja keputusan mereka (pengemudi ojek online dan aplikator)," tutur Budi.

Perlu diketahui, Garda meminta aplikator untuk menetapkan tarif ojek online sebesar Rp 3.250 sampai Rp 3.500 per kilometer. Sebelumnya mereka meminta rasionalisasi tarif ojek online sebesar Rp 4.000 per kilometer.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA