Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

KAI Perpanjang Masa Operasi Kereta Tambahan

Senin 25 Jun 2018 14:58 WIB

Red: Nidia Zuraya

PT Kereta Api Indonesia (Ilustrasi)

PT Kereta Api Indonesia (Ilustrasi)

Foto: Antara
5,6 juta orang menggunakan jasa kereta api selama musim mudik Lebaran 2018

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperpanjang masa operasi sejumlah kereta api (KA) tambahan lebaran hingga tanggal 1 Juli 2018. Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro mengatakan hal itu akan dilakukan karena hingga saat ini animo masyarakat terhadap jasa angkutan kereta api masih tinggi.

"Nanti kita akan melakukan evaluasi secara menerus, apakah kereta tambahan 100 persen kemarin itu terus dijalankan sebanyak 40 perjalanan atau sebagian dari 40 perjalanan ini harus kita perpanjang," katanya kepada wartawan saat memantau arus balik lebaran di Stasiun Kroya, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/6).

Dalam hal ini, kata dia, penumpang kereta api dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur ke arah barat maupu sebaliknya dari Jakarta atau Bandung ke arah timur masih penuh. "Oleh sebab itu, piket para pejabat kereta api yang sedianya sampai tanggal 26 Juni ini tadinya mau dimajukan karena berangsur habis, ternyata masih penuh maka mereka tetap piket sampai tanggal 26 Juni nanti," katanya.

Lebih lanjut, Edi mengatakan pelaksanaan angkutan Lebaran 2018 berjalan dengan baik dan hingga Ahad (24/6) tercatat jumlah penumpang yang sudah diangkut menggunakan jasa kereta api mencapai 5,6 juta orang. Menurut dia, hal itu menunjukkan kenaikan sekitar 6 persen jika dibandingkan masa angkutan lebaran tahun sebelumnya yang sekitar 5,3 juta orang.

"Kami terus meningkatkan pelayanan, apalagi keselamatan adalah nomor satu bagi kereta api. Maka itu, baik Direksi maupun Komisaris (PT KAI) kita sepakat semuanya pada arus balik ini berada di daerah di mana para penumpang mau kembali ke barat," katanya.

Disinggung mengenai evaluasi terhadap pelaksanaan angkutan lebaran, dia mengatakan secara prinsip telah berjalan lancar meskipun berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah penumpang diketahui adanya keluhan-keluhan seperti sulitnya mendapatkan tiket kereta api. Menurut dia, keluhan-keluhan tersebut akan menjadi koreksi bagi PT KAI (Persero) secara menyeluruh.

"Memang yang ingin (membeli tiket) lebih banyak dari ketersediaan. Oleh sebab itu, perlahan, kita akan terus menambah kemampuan untuk memberikan pelayanan di tempat duduk," katanya.

Ia mengatakan PT KAI (Persero) sudah memesan 886 kereta api ke PT Inka yang merupakan buatan dalam negeri. Selain untuk mengganti kereta yang tua, kata dia, kereta-kereta tersebut juga akan menambah kapasitas angkutan.

"Yang sebagian sebanyak 438 kereta tahun ini sudah terselesaikan. Mungkin mulai tahun depan itu sisanya," kata Edi.

Ia mengatakan kereta-kereta yang berusia lebih dari 30 tahun akan diremajakan atau diganti dengan kereta baru meskipun tidak seluruhnya sehingga nantinya bisa untuk menambah kapasitas angkutan. Berdasarkan data yang diperoleh dari PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto, sejumlah perjalanan kereta api tambahan lebaran lintas selatan Jawa mengalami perpanjangan masa operasi hingga tanggal 1 Juli 2018.

Khusus untuk KA 7014A Taksaka Lebaran relasi Gambir-Yogyakarta diperpanjang hingga tanggal 30 Juni, serta KA 7018/7015 Purwojaya Lebaran relasi Cilacap-Gambir dan KA 7016/7017 Purwojaya Lebaran relasi Gambir-Cilacap hingga tanggal 27 Juni 2018.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA