Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Menlu Beri Arahan Pelaksanaan GA ICW

Kamis 12 Jul 2018 11:57 WIB

Red: Muhammad Hafil

Menlu menerima kunjungan Kowani, Rabu (11/7).

Menlu menerima kunjungan Kowani, Rabu (11/7).

Foto: Dok Kowani
Pendampingan tamu VVIP sesuai dengan protokol negara yang berlaku.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Rabu (12/7), mendatangi Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Jakarta. Kedatangan Kowani bertujuan untuk beraudiensi dengan Menlu Retno Marsudi.

Kowani diwakili oleh Ketua Umumnya yaitu Giwo Rubianto Wiyogo, beserta lima jajaran Kowani antara lain Ketua Koordinator Bidang Hubungan Luar Negeri (HLN) dan Bidang Humas Ibu Lia Tono Suratman, Ketua Bidang HLN Ibu Uli Silalahi, Ketua Bidang Humas Ery Simanjuntak, Sekretaris Jenderal Kowani Titien Pamudji da Wasekjen Atiek Sardjana. Pertemuan itu dilakukan pada sore hari yang berlangsung selama setengah jam.  

"Kowani menyampaikan undangan kepada Ibu Menlu sebagai narasumber pada kegiatan GA ICW (General Assembly International Council of Women) yang akan dilaksanakan pada tanggal 13-18 September 2018 di Yogyakarta," kata Giwo melalui siaran persnya yang diterima Republika.co.id, Kamis (12/7).

Giwo menjelaskan, pihaknya juga meminta arahan dan pendampingan  untuk tamu VVIP pada kegiatan tersebut yang juga merupakan tamu negara RI. Hal ini sesuai protokol negara yang berlaku.

Sementara itu Menteri Luar Negeri memberi beberapa arahan antara lain bahwa Kemenlu akan memberikan pendampingan protokoler sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu,  Kowani dapat bekerja sama dengan protokol Kementerian Luar Negeri untuk pendampingan pada kedatangan tamu VVIP negara sahabat. Sedangkan untuk substansi kegiatan, Kowani diminta agar berkoordinasi dengan bagian PELH (Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup).

Kementerian Luar Negeri akan mengikuti peraturan dari ICW sebagai penyelenggara kegiatan dan Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah akan mendukungnya. Di antaranya dengan pemberian visa bagi peserta dari negara yang tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Indonesia. Sedangkan untuk kegiatan yang menghadirkan presiden, Kowani agar berkoordinasi dengan Protokol Kepresidenan. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA