Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Pemerintah Gandakan Dana Bansos untuk Tekan Kemiskinan

Sabtu 15 Sep 2018 18:29 WIB

Red: Friska Yolanda

Deretan bangunan rumah warga yang berada di bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta, Minggu (17/6). BPS mengumumkan angka kemiskinan Indonesia adalah 9,82 persen atau untuk pertama kalinya persentase penduduk miskin berada di dalam digit tunggal.

Deretan bangunan rumah warga yang berada di bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta, Minggu (17/6). BPS mengumumkan angka kemiskinan Indonesia adalah 9,82 persen atau untuk pertama kalinya persentase penduduk miskin berada di dalam digit tunggal.

Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Angka kemiskinan tahun depan ditargetkan 9,3 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pemerintah akan meningkatkan bantuan sosial (bansos) program keluarga harapan (PKH) hingga dua kali lipat pada tahun 2019. Program ini dinilai efektif mengurangi angka kemiskinan. Diharapkan, penggandaan dana bansos dapat menurunkan angka kemiskinan hingga mencapai 9,3 persen.

Badan Pusat statistik (BPS) telah merilis data tentang penurunan angka kemiskinan sebesar 630 ribu orang menjadi 25,95 juta orang atau 9,82 persen per Maret 2018 dibandingkan per September 2017. Pada bulan itu, tercatat angka kemiskinan sebesar 26,58 juta orang atau 10,12 persen angka kemiskinan.

"Tahun 2019 ditargetkan turun 9,3 persen," kata Dirjen Penanganan Fakir Miskin, Kementerian Sosial, Andi ZA Dulung di Gianyar, Sabtu (15/9).

Capaian ini menurut BPS, lanjut Andi Dulung, disebabkan oleh meningkatnya bantuan sosial sebesar 87,6 persen. Di Kementerian Sosial sendiri, terdapat bansos nontunai Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Beras Sejahtera (Rastra).

Jumlah penerima PKH tahun 2017 sebanyak 6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan meningkat hingga 10 juta KPM tahun 2018. Pada tahap I bulan Februari dan tahap II bulan Mei telah disalurkan tepat waktu sebanyak 97 persen. Begitu juga penyaluran program beras sejahtera (Rastra) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) pada kuartal I 2018 sekitar 95 persen telah dilaksanakan sesuai jadwal.

Sementara itu, untuk kabupaten Gianyar, Direktur Penanganan Fakir Miskin Perkotaan Mumu Suherlan mengemukakan Program Keluarga Harapan (PKH) di Gianyar sampai dengan tahun 2018, terdiri atas 9,951 Keluarga Program Keluarga Harapan Reguler. Program Keluarga Harapan Disabilitas 94 orang, Program Keluarga Harapan Lanjut Usia 242 orang.

"Jumlah penerima manfaat PKH di Kabupaten Gianyar sampai tahun 2018 sebanyak 10.989 KPM yang berasal dari Kecamatan Sukowati sebanyak 981 KPM, Kecamatan Blahbatuh sebanyak 1.046 KPM, Kecamatan Gianyar sebanyak 1.821 KPM, Kecamatan Tampaksiring sebanyak 1.253 KPM, Kecamatan Ubud sebanyak 1.030 KPM, Kecamatan Tegallalang sebanyak 1.851 KPM, Kecamatan Payangan sebanyak 1.502 KPM dan yang dihadirkan sebanyak 400 KPM PKH yang berasal dari Kecamatan Blahbatuh," kata Mumu. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA