Thursday, 13 Sya'ban 1440 / 18 April 2019

Thursday, 13 Sya'ban 1440 / 18 April 2019

Sekar, Penerima Manfaat PKH yang Graduasi Mandiri

Ahad 16 Sep 2018 01:20 WIB

Red: Agung Sasongko

Sekar penerima PKh yang graduasi mandiri

Sekar penerima PKh yang graduasi mandiri

Foto: dok kemensos
Sekar mengaku lega telah graduasi mandiri dari kepesertaan PKH sejak Februari 2018.

REPUBLIKA.CO.ID,GIANYAR -- Ni Balik Sekar (40 tahun) yang mengenakan kebaya putih dipadu kain songket warna ungu, mengangkat piagam penghargaan dengan senyum. Sekar adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyatakan keluar dari kepesertaan program pengentasan kemiskinan karena telah mandiri secara ekonomi. 

Penghargaan diserahkan Plh Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Dadang Iskandar bersama Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andi ZA Dulung yang hadir mewakili Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara penyaluran bantuan sosial PKH dan Bantuan Pangan Beras Sejahtera (Rastra) di Balai Budaya Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Sabtu (15/9).

Sekar mengaku lega telah graduasi mandiri dari kepesertaan PKH sejak Februari 2018. Ibu dua anak yang tinggal di Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh ini mengisahkan, ia menerima bansos sejak tahun 2016. 

"Uang PKH dimanfaatkan untuk biaya sekolah anak saya yang kedua. Waktu itu dia masih SMA. Untuk modal usaha saya pinjam ke koperasi untuk beli dua mesin jahit. Berdua dengan anak saya, kami membuka pesanan kebaya," katanya dalam siaran.

Sekar juga mengambil baju-baju dari usaha konvensi rumahan rekan-rekannya, untuk dijual ke berbagai toko dan pasar di Gianyar dan sekitarnya. "Sekarang saya lebih tenang karena usaha sudah berjalan baik dan sudah lepas dari penerima PKH," katanya. 

Dirjen PFM Kemensos Andi ZA Dulung mengatakan, Sekar adalah penerima manfaat PKH yang pertama di Kabupaten Gianyar yang telah graduasi mandiri. "Ia dengan kesadaran sendiri menyatakan keluar dari kepesertaan PKH karena telah mengalami peningkatan kesejahteraan dan status kondisi sosial ekonomi," katanya.  

Pemerintahan Presiden Joko Widodo, lanjut Andi, terus berupaya menurunkan kemiskinan melalui berbagai program. Di antaranya, untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat melalui PKH, Rastra, Program Indonesia Pintar, dan Program Indonesia Sehat.

Kedua, program yang diarahkan menambah penghasilan melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE), dana desa, KUR dan Pemberdayaan Lintas Sektor, dan lain sebagainya "Di Kemensos ikhtiar untuk menurunkan kemiskinan diwujudkan dalam PKH, Rastra dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Untuk Rastra pada tahun 2019 diharapkan sudah bertransformasi ke BPNT. Jadi sudah tidak terima beras lagi, tapi uang ditranser ke rekening penerima manfaat untuk dibelanjakan beras dan telur," terang Andi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA