Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

The Jakmania Bantah Lakukan Sweeping

Rabu 26 Sep 2018 05:11 WIB

Red: Elba Damhuri

Warga RT 13 RW 15 dan anggota Jakmania menggelar pengajian di gang depan rumah Haringga, Cengkareng, Jakarta Barat. Senin (24/9).

Warga RT 13 RW 15 dan anggota Jakmania menggelar pengajian di gang depan rumah Haringga, Cengkareng, Jakarta Barat. Senin (24/9).

Foto: Republika/Muhammad Ikhwanuddin
Sebelumnya, beredar kabar di media sosial bahwa the Jakmania melakukan sweeping

REPUBLIKA.CO.ID  JAKARTA -- Sekretaris Umum the Jakmania, Dicky Soemarno, menegaskan, kelompok suporter Persija Jakarta tak melakukan sweeping kendaraan berpelat D (Bandung) sebagai reaksi atas terbunuhnya anggota the Jakmania. Menurut dia, kabar itu merupakan hoaks untuk memperparah kisruh suasana.

"Itu hoaks. Hati-hati banyak isu yang beredar yang aneh-aneh. Kita sudah imbau untuk tidak melakukan itu," kata dia saat dihubungi Republika, Selasa (25/9).

Sebelumnya, beredar kabar di media sosial bahwa the Jakmania melakukan sweeping kendaraan pelat D di sekitar Bandara Halim Perdanakusuma, Ahad (23/9), sebagai respons atas tewasnya anggota the Jakmania, Haringga Sirla, yang dikeroyok oknum suporter Persib Bandung.

Dicky mengatakan, para suporter berkumpul di Halim Perdanakusuma untuk menyambut pemain Persija dari Bandung. Menurut dia, kegiatan tersebut sudah menjadi tradisi the Jakmania apabila Persija melakukan laga tandang ke Bandung. Ia mengimbau semua pihak menahan diri tidak melakukan penyebaran isu-isu hoaks mengenai serangan balasan.

Dia mengatakan, the Jakmania juga sudah diingatkan agar dapat bersikap bijak dalam menanggapi kejadian yang merenggut nyawa salah satu anggotanya. Tha Jakmania, lanjut dia, memercayakan proses penyelidikan dan penyidikan kepada kepolisian atas tindak pidana pengeroyokan.

"Jangan melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif dan tunjukkan bahwa the Jakmania adalah suporter dewasa yang taat hukum," kata dia. Ia berharap, kejadian yang menimpa Haringga merupakan yang terakhir dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Dia mengakui, hubungan antara the Jakmania dan kelompok pendukung Persib, yaitu Viking dan Bobotoh, tak baik. "Hubungannya tidak baik karena kami tidak bisa saling kunjung. Bagaimana hubungan bisa dibilang baik ketika kita tidak bisa saling berkunjung?" kata dia.

Dicky mengatakan, kedua kelompok suporter harus bisa menjaga barisannya masing-masing. Dengan begitu, bentrokan yang melibatkan the Jakmania dengan Viking ataupun Bobotoh bisa dihindari. "Kita sama-sama jaga barisan masing-masing saja. Kami menjaga barisan kami, mereka juga menjaga barisan mereka," ujar dia.

Kelompok suporter Persib Bandung Viking menyatakan berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa Haringga. Ketua Umum Viking Persib Club Heru Joko mengatakan, semua pihak harus berbenah demi kemajuan sepak bola Indonesia.

Ia tak mau lari dari masalah yang terjadi. Menurut dia, Viking ikut bertanggung jawab atas kejadian yang menyebabkan suporter Persija meninggal. "Semua harus tanggung jawab, kerja sama-sama. Viking harus terus mengampanyekan perubahan untuk menonton lebih tertib, damai," kata dia.

Heru bercerita, ketika mengetahui ada insiden pengeroyokan Haringga, dia langsung menemui Ketua Umum the Jakmania Ferry Indra Syarief yang saat itu berada di Bandung. Ia mengaku langsung berkomunikasi mengenai kejadian tersebut. Secara organisasi, hubungan antara Viking dan the Jakmania cukup baik.

"Kita langsung berhubungan dan komunikasi. Secara organisasi hubungannya sudah cair, alhamdulillah," kata dia.

(bayu adji p ed: satria kartika yudha)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA