Senin, 15 Ramadhan 1440 / 20 Mei 2019

Senin, 15 Ramadhan 1440 / 20 Mei 2019

Pengemudi Ojol Komentari Kenaikan Harga Pertamax

Kamis 11 Okt 2018 00:53 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda

Konsumen mengisi BBM jenis Pertamax Turbo ke kendaraannya di SPBU Kuningn, Jakarta, Rabu (10/10).

Konsumen mengisi BBM jenis Pertamax Turbo ke kendaraannya di SPBU Kuningn, Jakarta, Rabu (10/10).

Foto: Republika/Prayogi
Sebagian besar pengemudi ojek daring menggunakan BBM jenis Pertamax.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) mulai siang ini menaikkan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi khususnya Pertamax Series, Dex Series, dan Biosolar Nonsubsidi. Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono mengaku keberatan dengan kebijakan tersebut. 

Dia mengatakan pengemudi ojek online (ojol) atau daring khususnya di kota besar sudah tidak ada yang menggunakan Premium. "Akibat makin langka Premium, maka sebagian besar ojol menggunakan BBM nonsubsidi seperti Pertalite dan Pertamax," kata Igun kepada Republika.co.id, Rabu (10/10). 

Igun menuturkan saat ini para pengemudi ojek daring banyak yang menggunakan sepeda motor baru. Dengan begitu, kata dia, para pengemudi membutuhkan bensin berkualitas sehingga lebih banyak yang menggunakan Petramax. 

Untuk itu, Igun menegaskan dengan adanya kenaikan Petramax menjadi Rp 10.400 perliter maka semakin memberatkan para pengemudi ojek daring. "Kami notabene pengguna Pertamax, karena untuk beralih ke Pertalite atau Premium yang akan nenjadi pertimbangan adalah menurunnya kualitas dan peforma mesin," ujar Igun. 

Igun menyagkan kenaikkan harga BBM Pertamax tersebut mulai hari ini. Hanya saja, Igun mengakui pada dasarnya Garda paham adanya revisi kenaikan harga minyak dunia sebagai salah satu faktor naiknya BBM nonsubsidi Pertamax.

Di sisi lain, Igun tetap mengharapkan pemerintah dapat memberikan solusi atas beban ekonomi rakyat  "Khususnya kami para pengemudi ojol yang sebagian besar hidup bergantung di jalanan dan pengguna Pertamax," tutur Igun. 

Pertamina saat ini menyesuaikan harga BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Khususnya Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO mulai hari ini, Rabu (10/10) dan berlaku di seluruh Indonesia pukul 11.00 WIB. Sedangkan harga BBM Premium, Biosolar PSO, dan Pertalite tidak naik. Khusus untuk daerah yang terkena bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah sementara ini harga tidak naik (10/10).

Salah satunya, harga BBM di Jakarta dan sekitarnya untuk Petramax dari Rp 9.500 per liter menjadi  Rp 10.400 per liter. Untuk Pertamax Turbo juga ada kenaikan dari Rp 10.700 per liter menjadi Rp 12.250 per liter. Selanjutnya, untuk Pertamina Dex harganya naik dari Rp 10.500 per liter menjadi Rp 11.850 per liter. Begitu juga dengan Dexlite naik dari Rp 9.000 ribu per liter menjadi Rp10.500 per liter dan Biosolar nonsubsidi menjadi Rp 9.800 per liter. 

Baca juga, Pertamina Naikkan Harga Pertamax

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA