Rabu, 16 Syawwal 1440 / 19 Juni 2019

Rabu, 16 Syawwal 1440 / 19 Juni 2019

Takdir Khotijah yang tak Pernah Sampai ke Bangka

Kamis 01 Nov 2018 06:53 WIB

Rep: Dedy Darmawan / Red: Andi Nur Aminah

Petugas KPLP melakukan evakuasi barang milik korban pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Rabu (31/10/2018).

Petugas KPLP melakukan evakuasi barang milik korban pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Rabu (31/10/2018).

Foto: Antara/Galih Pradipta
Khotijah bekerja sebagai baby sitter dan berangkat ke Bangka bersama kedua majikannya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Khotijah menulis status di Facebook-nya: 'Saya besok mau jalan-jalan sama bos cantik ke Bangka'. Status itu ditulisnya sehari sebelum dia terbang bersama bosnya dengan pesawat Lion Air JT 610, Senin (29/10). Khotijah menempati kursi nomor 38. Namun ternyata, takdir berkata lain, dia tak pernah sampai ke Bangka seperti yang ditulisnya.

Tobiin, kakak Khotijah bercerita pilu tentang nasib yang menimpa adiknya. Ini adalah perjalan pertama kalinya Khotijah naik pesawat terbang.

Tobiin menuturkan, Lion Air dengan registrasi PQ-LPQ jenis Boeing 737 MAX 8 itu merupakan pesawat yang paling pertama ditumpangi oleh Khatijah selama hidupnya. Ia bepergian ke Pangkal Pinang untuk keperluan pekerjaan. "Adik saya baru pertama naik pesawat, dia diajak bosnya ke Bangka," kata Tobiin, dengan muka lesu.

Khotijah bekerja sebagai baby sitter di Tangerang. Pada Senin lalu, warga Asli Tegal itu baru bekerja selama seminggu. Khotijah memilih merantau bekerja sebagai baby sitter untuk biaya dua anaknya yang masih berusia tiga tahun dan empat tahun. Tobiin menuturkan, sementara Khotijah di Tangerang, dua anaknya diasuh oleh orang tua mereka di Tegal.

Menurut Tobiin, Khotijah bertugas menjaga dan merawat anak majikannya yang sudah duduk di bangku kelas lima sekolah dasar. Namun saat perjalan ke Bangka itu, anak majikannya tersebut tetap tinggal di rumah.

Majikannya sedang menjalani program bayi tabung sembilan bulan ke depan. Nantinya, ketika sudah melahirkan, Khotijah baru fokus mengurusi bayi.

Rencananya, kata Tobiin, Khotijah bersama majikan dan suaminya bertolak ke Pangkal Pinang untuk sementara tinggal di rumah majikannya di Bangka. "Ayo ikut saya mau ke Bangka karena di sana juga ada rumah," kata Tobiin menirukan ucapan majikan Khotijah. Lantas, Khotijah mengiyakan ajakan tersebut. "Ya, ternyata adik saya dan suami istri majikannya menjadi korban," ujar Tobiin.

Keluarga, kata Tobiin pun sudah sempat merasakan firasat yang tidak baik. Mengingat, itu pun merupakan kali pertama Khotijah menaiki pesawat.

Rabu (31/10) sore, pihak Lion Air telah menyerahkan bantuan kepada keluarga korban sebesar Rp 5 juta per keluarga. Bantuan tersebut adalan kebijakan langsung dari pemilik Lion Air, Rusdi Kirana.

Tobiin mengatakan, uang tersebut akan digunakan untuk biaya menggelar pengajian selama tujuh hari di kampung halaman. Sekaligus, biaya transportasi Tobiin selama dalam masa penantian evakuasi dan identifikasi. Sebab, Tobiin memilih tinggal di rumahnya di Cengkareng ketimbang menetap di hotel yang disiapkan manajemen.

Ia mengaku, tidak sulit dalam mengurus bantuan tersebut. Tobiin mengatakan cukup menyerahkan KTP asli dan foto copy Kartu Keluarga yang telah diverifikasi oleh posko di RS Polri, uang cash langsung diberikan.

Tobiin juga telah menjalani tes DNA. Kata dia, Tim DVI mengatakan paling lambat Jumat atau Sabtu ia akan diberikan informasi lanjutan terkait nasib Khotijah.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA