Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Airnav: Penerbangan Lion Air PK-LQP Sudah Sesuai Prosedur

Sabtu 03 Nov 2018 13:39 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah petugas SAR gabungan menurunkan kapal kecil untuk melakukan pencarian saat proses evakuasi pesawat Lion air JT 610 di Perairan Karawang, Jumat (2/11).

Sejumlah petugas SAR gabungan menurunkan kapal kecil untuk melakukan pencarian saat proses evakuasi pesawat Lion air JT 610 di Perairan Karawang, Jumat (2/11).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Komunikasi dengan petugas ATC sudah berjalan dengan semestinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Corporate Secretary Airnav Indonesia Didit Radityo mengatakan penerbangan pesawat Lion Air PK-LQP sudah sesuai prosedur. Komunikasi dengan petugas di Air Traffic Service Center (ATC) tower juga sudah berjalan dengan semestinya.

"Memang prosedur normal dalam sebuah pemanduan pilot komunikasi dengan ATC tower, ada masalah atau tidak, ia minta izin untuk take off, ketinggian, dan sebagainya," kata Didit, saat menghadiri diskusi bertajuk 'Potret Dunia Penerbangan Indonesia, di Restoran Gado-gado Boplo, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11).

Pesawat Lion Air PK-LQP sempat meminta kembali ke Cengkareng beberapa menit setelah mengudara. Menurut Didit, hal ini juga merupakan hal yang dilakukan sesuai dengan prosedur normal. 

"Ketika intens berkomunikasi itu ketika ada hal yang perlu dikonfirm pada pesawat mereka. Kemarin sangat normatif, mereka meminta kekhususan. Selaku navigasi kita selalu sediakan itu," katanya lagi.

Meskipun demikian, hingga saat ini belum diketahui mengapa tiba-tiba terjadi masalah dan menyebabkan jatuhnya pesawat. Terkait pengungkapannya, ia mengatakan sebaiknya menunggu hasil identifikasi dari black box pesawat.

Sementara itu, menurut Ketua Umum Ikatan Pilot Indonesia (IPI), Rama Noya, keputusan seorang pilot untuk kembali ke bandara asal bisa disebabkan berbagai macam hal. "Return to base adalah suatu alat yang dimiliki oleh pilot pada saat ia merasa penerbamhan tersebu5 tidak dapat dilanjutkan," kata Rama, di Sekretariat IPI, Jumat (2/11).

Ia mengatakan, alasan seorang pilot melakukan return to base terkait dengan adanya situasi yang abnormal. Bisa jadi berupa masalah teknis atau pun bukan seperti penumpang atau petugas di pesawat sakit dan memerlukan penanganan segera.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA