Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

RS Polri Sudah Terima 163 Kantong Jenazah

Selasa 06 Nov 2018 11:50 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Andi Nur Aminah

Petugas mengangkat puing dan korban pesawat Lion Air JT-610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (5/11).

Petugas mengangkat puing dan korban pesawat Lion Air JT-610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (5/11).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Jumlah data yang terverifikasi sudah ada sebanyak 189 data.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Kepala Operasi Tim DVI Polri Kombes Triawan Marsudi mengungkapkan, RS Polri telah menerima total 163 kantong jenazah per hari ini, Selasa (6/11). Pihaknya juga sudah menerima 429 sampel DNA dari keluarga korban untuk dicocokkan dengan jenazah yang belum teridentifikasi.

Baca Juga

“Data post mortem sebanyak 163 kantong jenazah. Kemudian data post mortem dari DNA sebanyak 429 sampel. Jumlah data yang sudah terverifikasi sebanyak 189 data,” ujar Triawan dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Djati, Jakarta Timur, Selasa (6/11).

Selain itu, data ante mortem yang sudah masuk dalam laporan total 256 data, dimana 213 data berasal dari RS Polri dan 43 data dari Polda Bangka Belitung. Kemudian dari jumlah kantong jenazah yang terkumpul, telah teridentifikasi 27 jenazah, di antaranya sembilan penumpang perempuan dan 18 pemumpang laki laki.

“Pendampingan psikologi terhadap 132 orang. Terapi hiperbatik khususnya penyelam Polri ada 19 orang. Dengan terapi ini meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,” papar Triawan.

Kegiatan evakuasi, lebih lanjut dikatakan dia, berbeda dengan identifikasi. Evakuasi mencari dan mengirimkan ke RS Polri dan RS Polri bekerja dengan apa yang dikirim, tidak bisa diidentikan dengan evakuasi. “Evakuasi mungkin bisa ditutup tapi identifikasi belum tentu, DNA berharap semua bisa teridentifikasi. Prinsipnya kita bekerja 24 jam,” jelas dia.

Sebelumnya, maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT610 rute Jakarta-Pangkal Pinang mengalami hilang kontak, Senin (29/10) pagi. Pesawat tersebut melakukan take off pada pukul 6.20 WIB lalu hilang kontak pada pukul 6.33 WIB, dan telah dinyatakan pesawat jatuh namun masih didalami penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Pesawat membawa 188 orang, dengan 181 penumpang di antaranya 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak, dan dua bayi, kemudian tujuh crew pesawat di antaranya dua pilot, dan lima pramugari. Pilot sempat meminta kembali ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

FDR black box dari pesawat tersebut memang telah ditemukan, serta puing-puing pesawat. Namun untuk dapat mengungkap penyebab kecelakaan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), masih menunggu CVR black box lagi yang belum ditemukan.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA