Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Jokowi: Tahun 2023 Seluruh Tanah di Tegal Bersertifikat

Jumat 09 Nov 2018 14:08 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani

Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah pada warga di Tegal, Jum'at( 9/11).

Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah pada warga di Tegal, Jum'at( 9/11).

Foto: Biro Pers Setpres
Pada tahun ini, sebanyak 60 ribu sertifikat tanah diserahkan kepada masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan seluruh tanah di Tegal akan bersertifikat pada 2023 mendatang. Sedangkan pada tahun ini, sebanyak 60 ribu sertifikat tanah diserahkan kepada masyarakat.

"Akan kita rampungkan, tadi sesuai dengan yang disampaikan Pak Menteri BPN (ATR), tahun 2023 semuanya sudah disertifikatkan di Kabupaten Tegal," kata Jokowi saat membagikan sertifikat hak atas tanah di Kabupaten Tegal, Jumat (9/11).

Sertifikat hak atas tanah merupakan bukti pengakuan secara hukum kepemilikan tanah oleh masyarakat. Namun, Jokowi menyebut, berdasarkan data tahun 2015 hanya 46 juta dari 126 juta bidang tanah yang baru diakui hak kepemilikannya. Akibatnya, terjadi banyak sengketa tanah baik antara masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.

"Kita tahu sertifikat adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki. Bapak/Ibu punya tanah tapi enggak ada sertifikat begitu sengketa masuk ke pengadilan bisa kalah. Tapi kalau sudah yang namanya pegang sertifikat, tanda bukti hak hukum atas tanah, enak banget. Kalau kita pegang begini sudah tidak ada yang berani," kata Jokowi.

Jumlah sertifikat yang diberikan langsung oleh Presiden kepada masyarakat di Kabupaten Tegal kali ini sebanyak tiga ribu sertifikat. Ribuan sertifikat tersebut mencakup bidang tanah seluas 1.738.742 meter persegi.

Jokowi menyampaikan, masih banyak pekerjaan terkait pertanahan yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Karena itu pemerintah memberikan target yang tinggi untuk penyelesaian sertifikat tanah.

Dikutip dari siaran resmi Istana, setidaknya sebanyak tujuh juta sertifikat sudah harus diterbitkan pada tahun ini. Jumlah tersebut tentu akan meningkat lagi di tahun-tahun berikutnya.

"Biasanya setahun itu 500 ribu keluar sertifikat. Tahun kemarin saya sudah perintah harus keluar 5 juta sertifikat. Alhamdulillah akhir tahun selesai 5 juta sertifikat. Tahun ini 7 juta sertifikat harus keluar dari kantor BPN. Tahun depan targetnya 9 juta sertifikat harus keluar," ujarnya.

Presiden pun berharap agar di tahun-tahun mendatang permasalahan sengketa tanah mulai berkurang. Dalam acara ini, Presiden turut didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, dan Bupati Tegal Umi Azizah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA