Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Fahira: Reuni 212 Meperkukuh Umat dan NKRI

Senin 03 Dec 2018 01:59 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Bayu Hermawan

Fahira Idris

Fahira Idris

Foto: ANTARA FOTO
Anggota DPD menilai aksi 212 telah menjadi hari bersejarah bagi sebagian umat Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota DPD RI Fahira Idris, mengatakan Reuni Akbar 212 memperkukuh umat dan peneguh NKRI. Fahira mengatakan, aksi 212 merupakan sejarah besar bagi umat Islam Indonesia.

"Aksi 212 sudah menjadi hari bersejarah bagi sebagian besar umat Islam Indonesia," kata Fahira dalam keterangan tertulis, Ahad (2/12).

Aksi ini menurut Fahira akan digelar setiap tahun. Maka setiap tahun juga sebanyak tujuh juta orang ini akan berkumpul dan bersilaturahmi tanpa memandang kelompok, golongan, madzhab, dan agama.

"Ini menguatkan komitmen bahwa umat Islam menjadi yang terdepan menjaga kerukunan antarumat beragama dengan prinsip saling menghargai dan menghormati," jelasnya.

Oleh karena itu sebagai alumni 212, ia juga meminta aksi tersebut tidak dipandang sebelah mata atau hanya dianggap sebagai kerumunan semata. Karena menurutnya, 212 kini mulai bertransformasi menjadi barisan dan gerakan yang menyebar kabaikan dan manfaat.

"Terutama pasca 212, berbagai inisiatif pemberdayaan umat lahir dan berkembang, salah satunya Koperasi 212," ujarnya.

Bukan hanya itu, lanjut Fahira, Aksi 212 juga mempunyai dampak yang luar bisa bagi sebagian besar umat muslim di Indonesia dalam melihat pentingnya persatuan umat dalam bingkai NKRI. Aksi 212 telah menyatukan hati, menyamakan kata, dan merapatkan barisan umat Islam untuk menjaga NKRI.

"Apapun mazhabnya, apapun organisasinya, aksi 212 telah menyatukan persepsi dan hati sebagian besar umat Islam untuk mengubah energi kerumunan menuju energi kekuatan di berbagai bidang terutama ekonomi dan sosial," jelasnya.

Semangat peserta aksi 212 dalam menyebarkan manfaat kata dia, harus dijaga lewat reuni 212. Oleh sebab itu, reuni akbar 212 ini menurutnya harus terus dilaksanakan setiap tahun sebagai pengingat, peneguh dan pengokoh.

"Pengingat bahwa ukhuwah adalah kekuatan untuk menyatukan hati, merapatkan barisan, peneguh hati, bahwa saat ini umat Islam Indonesia sedang berjuang mengubah energi kerumunan menuju energi kekuatan untuk kemuliaan umat dan bangsa, Pengokoh hati, bahwa kita umat Islam adalah barisan yang menyebar manfaat bagi bangsa," jelasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA