Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Bandara Sepi, Pengamat Penebangan: Wajar, Lagi Low Season

Senin 11 Feb 2019 18:02 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur.

Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur.

Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Arista meyakini penumpang akan kembali setelah lewat masa low season

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat penerbangan dari Arista Indonesia Aviation Center (AIAC), Arista Atmadjati menilai bahwa sepinya penumpang pesawat akhir-akhir ini bukan karena tiket maskapai yang mahal, namun karena rendahnya minat bepergian atau low season.

Baca Juga

"Sekarang very low season dari Januari sampai April, jadi wajar-wajar saja. Memang harganya tidak sama dengan tahun lalu," ujar Arista kepada Republika.co.id, Senin (11/2).

Menurutnya, penumpang akan kembali berbondong-bondong merencanakan liburan setelah lewat masa low season tersebut. Kendati begitu, dia mengakui bahwa harga tiket pesawat pada tahun ini terbilang lebih mahal dari tahun lalu, meskipun harganya sudah sesuai dengan tarif atas dan bawah yang diatur oleh Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 14 Tahun 2016.

Selain itu, maskapai penerbangan domestik 2-3 tahun belakangan ini mengalami kerugian dan sedang melakukan recovery, sehingga jarang memberikan promo tiket pesawat. Apalagi 80 persen pendapatan perusahaan maskapai dalam bentuk rupiah, sedangkan 70 persen belanja perusahaan menggunakan dollar AS seperti untuk leasing pesawat, perawatan, belanja suku cadang dan lain sebagainya.

"Memang kalau sekarang ini kan tidak diobral seperti dulu. Maskapai menutup kelas promo, jadi kesannya agak mahal," jelasnya.

Dia menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada maskapai yang melanggar tarif tiket penerbangan yang diatur regulator. Sementara itu berdasarkan pantauan Republika di situs pembelian tiket transportasi, maskapai AirAsia merupakan maskapai yang memberikan harga lebih rendah dibandingkan maskapai lainnya.

"Bisa jadi karena AirAsia disubsidi sama induknya di Malaysia yang untung besar. Makanya bisa memberikan tarif batas bawah," kata Arista.

Dari situs traveloka.com dan tiket.com, untuk destinasi favorit yakni Jakarta -Denpasar AirAsia menetapkan harga Rp 641 ribu, sedangkan Lion Air sebesar Rp 708 ribu. Sedangkan Citilink, BatikAir dan Sriwijaya Air menetapkan harga minimum di atas Rp 1 juta. Adapun Garuda Indonesia menetapkan harga minimum ke Pulau Bali sebesar Rp 2,4 juta.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA