Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

JK Sebut Indonesia Belum Selesai Soal Pangan

Kamis 21 Feb 2019 22:03 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Esthi Maharani

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat diwawancarai wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (19/2).

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat diwawancarai wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (19/2).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Indonesia selalu saja mengalami perdebatan mengenai ketersediaan pangan.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan masalah klasik Indonesia yang belum terselesaikan sampai sekarang adalah mengenai pangan. Sudah tujuh presiden memimpin RI mulai dari Soekarno, Soeharto, sampai Joko Widodo kata JK selalu saja mengalami perdebatan mengenai ketersediaan pangan.

"Program kita dari dulu selalu sederhana. Soal pangan. Kalau sandang sudah aman. Indonesia tidak pernah kekurangan pakaian. Kalau pangan belum. Masih saja menjadi perdebatan sampai sekarang. Masih saja membajas beras dan jagung. Di debat capres ini selalu dibahas," kata JK, di Padang, Kamis (21/2).

Mengenai soal pangan ini, JK mengatakan Indonesia tidak tertinggal jauh dari negara lain. Politikus senior Partai Golkar itu menghendaki Indonesia segera terbebas dari persoalan pangan supaya bisa mengejar ketertinggalan di bidang lain.

JK kemudian mencontohkan ketertinggalan Indonesia mengenai fasilitas Mass Rapid Transit (MRT). Indonesia baru-baru ini mengujicobakan MRT. Itupun panjangnya hanya belasan kilometer saja. Sementara di negara-negara lain semisal Jepang atau Singapura yang lebih dekat sudah punya MRT sejak puluhan tahun lalu dan panjangnya sudah puluhan kilometer.

"Saya sama Anis Baswedan kemarin coba naik MRT. Di negara lain sudah pilihan tahun lalu. Kita baru belasan kolometer sudah bangga luar biasa," ujar JK.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA