Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Gejala Stroke Mulai Ancam Kelompok Usia Muda

Sabtu 23 Feb 2019 14:35 WIB

Red: Friska Yolanda

Stroke

Stroke

Foto: www.manufacturingtoday.com.ng
Stroke merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS -- Kalangan usia muda diimbau untuk lebih peduli dengan penyakit yang menyerang orang tua. Gejala penyakit stroke saat ini tidak hanya dialami orang tua karena kasus anak muda terkena stroke sudah mulai bermunculan.

"Selama ini pasien stroke berusia 40 tahun lebih. Akan tetapi, saya sudah menangani tiga pasien stroke dengan usia kurang 40 tahun," ujar Direktur Utama Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus Pujianto, Sabtu (23/2).

Ia menjelaskan tentang pentingnya kalangan usia muda juga mewaspadai hal itu dengan menerapkan pola hidup sehat. Bahkan, lanjut dia, ada pula pasien dengan usia cukup muda, yakni 18 tahun, sudah terkena gejala stroke. Untuk itu, kata Pujianto, masyarakat harus mulai membiasakan diri dengan pola hidup sehat, makan teratur, cukup gizi, serta rajin berolahraga.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, stroke merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Oleh karena itu, RS Mardi Rahayu Kudus memandang penting melakukan edukasi kepada masyarakat awam tentang seluk beluk penyakit stroke melalui seminar umum. 

"Sebagai salah satu layanan unggulan RS Mardi Rahayu seteleh trauma center, pelayanan pasien stroke menjadi prioritas dalam upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien di RS Mardi Rahayu," ujarnya. 

Untuk itu, kata dia, pada 29 September 2018 diresmikan Gedung Medik Sentral Galilea berlantai lima untuk perawatan pasien stroke secara komprehensif. Di tempat layanan itu, terdapat 24 perawat terlatih dengan 23 tempat tidur untuk pasien stroke yang meliputi enam tempat tidur pasien stroke akut atau baru dan 17 tempat tidur untuk perawatan pasien pascastroke.

 yang terdiri atas tiga bed kelas VVIP, satu bed kelas VIP, empat bed kelas I, empat bed kelas 2, dan lima bed kelas 3.

"Pasien BPJS Kesehatan atau pun pasien lainnya dapat memanfaatkannya," ujarnya. 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA