Jumat, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Jumat, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Ayah Angkat Jokowi: Joko Rajin Shalat Berjamaah di Mushala

Sabtu 09 Mar 2019 21:00 WIB

Red: Bayu Hermawan

Jokowi

Jokowi

Foto: Republika/Sapto Andika Candra
Ayah angkat Jokowi mengatakan fitnah terhadap anak angkatnya tidak beradab.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- H Nurdin Aman Tursina (73), ayah angkat Presiden Joko Widodo (Jokowi),menegaskan fitnah yang ditujukan kepada Joko Widodo adalah tindakan tidak beradab dan menghasut. Salah satunya adalah fitnah jika Jokowi anti-Islam.

"Kalau enggak pilih anak angkat saya (Joko Widodo) enggak apa-apa, tapi jangan difitnah," kata Nurdin Aman Tursina, saat menerima kunjungan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, di kediamannya, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Sabtu (9/3).

Menurut Nurdin, pihak yang memfitnah Joko Widodo sebagai anti-Islam adalah tidak mengenal Joko Widodo sesungguhnya.  Nurdin menyatakan, Joko Widodo yang tinggal dan bekerja di Bener Meriah (dahulu Aceh Tengah) pada 1985 hingga 1988 adalah muslim yang taat beribadah.

"Joko rajin shalat berjemaah di mushala dekat rumah saya," kata H Nurdin yang menjadi imam dan pengurus di mushala tersebut.

Bahkan, kata Nurdin, Joko Widodo yang saat itu bekerja di pabrik kertas di Aceh Tengah, rela berkorban untuk pembangunan mushala. Pada 1988, ketika H Nurdin menyampaikan maksudnya kepada Joko Widodo untuk merenovasi mushala itu, Joko Widodo menyatakan agar H Nurdin mengambil material yang dibutuhkan di toko material.

"Semua material itu, Jokowi yang membayarnya," katanya pula.

H Nurdin juga berani menjamin ketaatan Joko Widodo dalam beribadah, mengingat pada saat Joko Widodo berada di lingkungan rumahnya di Bener Meriah, dia rajin shalat berjemaah di mushala itu. "Bahkan, Jokowi sering menjadi imam Shalat Maghrib," ucapnya.

H Nurdin juga bertutur, Joko Widodo muda bersama beberapa temannya tinggal di rumah merah dekat rumahnya, tapi dia sering main dan bersilaturahmi ke rumah H Nurdin. Setelah menikah dengan Iriana, Joko Widodo masih tinggal di dekat rumah H Nurdin.

"Jokowi meninggalkan Aceh pada 1988, karena situasi waktu itu kurang aman. Jokowi sudah memiliki bayi bernama Gibran," katanya lagi.

Joko Widodo waktu itu meninggalkan tiga ekor kambing kepada H Nurdin untuk aqiqah putranya. "Jokowi itu orangnya sangat baik dan tulus. Sulit mencari orang sebaik Jokowi," katanya pula.

Karena itu, H Nurdin sangat menyayangkan fitnah yang ditujukan kepada Joko Widodo. "Kalau boleh marah, saya marah kepada pihak yang memfitnah Jokowi," katanya lagi.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA