Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Saat Pejabat Daerah Todong Jokowi Bangun Pasar

Selasa 12 Mar 2019 18:06 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Bayu Hermawan

Jokowi

Jokowi

Foto: setkab.go.id
Jokowi mengapresiasi kinerja Kemendag yang membangun dan merevitalisasi ribuan pasar.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pembukaan Rakernas Kementerian Perdagangan 2019 pada Selasa (12/3) pagi tadi di ICE BSD, Tangerang Selatan. Dalam sambutannya, Jokowi mengapresiasi kinerja Kemendag yang telah membangun dan merevitalisasi lebih dari 4.200 unit pasar sepanjang 2014 hingga 2018.

Bahkan, angka ini masih belum termasuk 8.900 unit pasar desa yang dibangun selama periode yang sama. Uniknya, ada satu sesi saat Presiden meminta sejumlah kepala dinas dari daerah yang merasa pasarnya paling jelek dan paling bagus untuk maju ke depan.

Dari sisi "pasar paling jelek", Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Manokwari Selatan Syahrial mengajukan diri untuk mau ke atas panggung bersama Presiden. Sementara, dari sisi "pasar terbagus", Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Tanah Datar Marwan mengacungkan jarinya untuk bisa naik ke pentas.

Dialog antara Presiden dengan kedua pejabat daerah pun berjalan hangat. Syahrial, pejabat dari Manokwari Selatan di Papua Barat, mengungkapkan unek-unek soal buruknya fasilitas Pasar Oransbari di wilayahnya. Syahrial menyampaikan, pasar tersebut sempat terdampak gempa bumi pada 2001 dan sebagian bangunannya ambruk.

Pemda, ujar Syahrial, sempat mengalokasikan APBD untuk membangun kembali, tetapi tidak cukup. Bahkan, Syahrial mengakui, pasar yang ia kelola tak memiliki tempat parkir dan becek saat hujan melanda. "Drainase juga belum bagus, Pak. Dulu dibangun dengan dana TP (tugas pembantuan), tapi tidak cukup," kata Syahrial, Selasa. Syahrial pun memberikan isyarat kepada Presiden meminta pemerintah pusat mau turun tangan memperbaiki bangunan pasar yang minim fasilitas.

Menanggapi keluhan Syahrial, Jokowi lantas memberikan sejumlah syarat sebuah pasar dianggap layak dan mampu menarik konsumen. Menurut Presiden, pasar di daerah harus bersih, memiliki lahan parkir, tidak becek, dan tidak bau. Syarat-syarat tersebut disebut mutlak agar konsumen mau mampir.

"Bagus, Pak Kadis mau mengakui pasarnya jelek. Pak Menteri (PUPR), ini (tolong) langsung dibangun," kata Jokowi disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, Kadis Koperindag Kabupaten Tanah Datar Marwan juga menyampaikan alasannya mengapa ia percaya diri bahwa pasar yang dikelolanya adalah yang terbaik. Sejumlah program ternyata sudah digalakkan Pemkab Tanah Datar, termasuk menggandeng Kejati untuk memberikan penyuluhan hukum bagi pedagang pasar dan pengunjung. Pemda bahkan menggandeng Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan gratis kepda pedagang dan pengunjung pasar.

"Tapi, pasar kami terlalu sempit, Pak. Dana TP belum cukup menampung pedagang dari 45 desa. Kami butuh dana hanya Rp 50 miliar untuk pelataran parkir," ujar dia yang memanfaatkan momen bertemu Presiden untuk menyampaikan aspirasi pembangunan di daerah.

Akhirnya, gayung pun bersambut. Presiden memerintahkan Menteri PUPR untuk menindaklanjuti rencana perluasan lahan pasar di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. "Pak Menteri, segera dibangun. Ini enggak lebih loh, ya, Rp 45 miliar," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA