Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Kabar 3 WNI Shalat di Masjid Selandia Baru Belum Diketahui

Jumat 15 Mar 2019 14:51 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Muhammad Hafil

Evakuasi korban penembakan di Masjid Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).

Evakuasi korban penembakan di Masjid Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).

Foto: Youtube
Saksi menyebut ada enam orang Indonesia yang shalat di masjid Selandia Baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan pemerintah pusat telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Selandia Baru. Informasi terbaru yang didapatkan, ada enam WNI yang berada di lokasi penembakan.

Namun, baru tiga yang diketahui berhasil dihubungi. "Saya baru bicara dengan dubes Selandia Baru dan ada yang menyaksikan, ada enam orang indonesia sedang shalat, yang baru dideteksi sekarang baru tiga, tiga lagi belum tahu kabarnya kata Pak Tantowi (Dubes RI untuk Selandia Baru)," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (15/3).

Baca Juga

Aksi penembakan massal terjadi di dua masjid di Selandia Baru. Setidaknya 40 orang dikabarkan meninggal akibat kejahatan tersebut.

Terkait hal ini, JK menyampaikan ucapan belasungkawa atas insiden penembakan di dua masjid di Selandia Baru, Jumat (15/3). Hingga kini lebih dari 40 orang meninggal akibat penembakan tersebut.

"Pemerintah Indonesia dan saya pribadi sebagai ketua umum dewan masjid tentu sangat sedih melihat apa yang terjadi di New Zealand, dimana pada saat ini dilaporkan ada 40 orang yang meninggal di dua masjid Al Noor dan satu lagi," ujar JK.

JK pun mengutuk keras pelaku penembakan yang menembak umat Islam saat sedang melaksanakan Shalat Jumat tersebut. "Di samping tentu mendoakan korban juga mengutuk itu pelakunya yang  menurut kabar itu beberapa orang, mungkin empat orang," ujar JK.

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu menilai penembakan sebagai serangan yang terorganisir. Itu setelah, aksi yang dilakukan para pelaku disiarkan langsung di media sosial facebook.

"Ini berarti ini suatu upaya yang sangat terorganisir direncakan dengan baik dan apalagi dia membawa kamera live streaming atas kejadian itu, jadi betul-betul ini kelompok," ujar JK.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA