Thursday, 13 Sya'ban 1440 / 18 April 2019

Thursday, 13 Sya'ban 1440 / 18 April 2019

PBNU Ingin Pemerintah Protes Keras Pernyataan Fraser Anning

Ahad 17 Mar 2019 11:24 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nur Aini

Tampak dalam foto yang diambil dari video seorang pemuda melempar telur ke kepala Senator Fraser Anning, Sabtu (16/3). Anning sempat mengkritik kaitan antara imigran Muslim dan kekerasan.

Tampak dalam foto yang diambil dari video seorang pemuda melempar telur ke kepala Senator Fraser Anning, Sabtu (16/3). Anning sempat mengkritik kaitan antara imigran Muslim dan kekerasan.

Foto: AP
Fraser Anning menyalahkan umat Muslim atas penembakan di Selandia Baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menuntut Senator Australia, Fraser Anning meminta maaf kepada umat Islam atas pernyataannya yang menyalahkan Muslim sebagai penyebab aksi teror, Brenton Tarrant membunuh jamaah masjid di Christchruch, Selandia Baru, Jumat (15/3) lalu. Oleh karena itu, PBNU akan mendesak pemerintah melayangkan protes keras atas pernyataan senator Australia tersebut.

Baca Juga

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, A Helmy Faishal Zaini mengatakan pernyataan Fraser Anning, sangat tendensius dan tidak mendasar sama sekali. Pernyataan tersebut tidak berdasarkan fakta dan pernyataannya adalah rasis.

"PBNU ikut mengecam dan mengutuk pernyataan Anning tersebut. Tidak sepantasnya seorang tokoh publik dan pejabat pemerintahan mengeluarkan statemen yang dapat memecah belah," kata Helmy dalam keterangannya kepada wartawan, Ahad (17/3).

Menurut dia, pernyataan Anning telah menggoreskan luka yang sangat dalam bagi umat Islam. "PBNU mendesak Anning untuk mencabut pernyataan itu dan meminta maaf secara terbuka," kata Helmy.

Kendati demikian, kata Helmy, Nahdlatul Ulama meminta kepada umat Islam tidak terprovokasi dan tetap berpikir jernih sehingga tidak terpancing melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. PBNU akan mendorong pemerintah Indonesia untuk menyampaikan protes keras kepada yang bersangkutan sebagai bagian dari tanggungjawab diplomatik.

Sebelumnya Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengecam Senator asal Queensland, Fraser Anning atas pernyataan yang dikeluarkannya mengomentari serangan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.

"Pernyataan Senator Fraser Anning menyalahkan serangan mematikan oleh teroris ekstremis sayap kanan di Selandia Baru pada imigrasi adalah menjijikkan. Pandangan itu tidak punya tempat di Australia, apalagi di Parlemen Australia," ujar Morrison dalam keterangan dari Kedutaan Besar Australia, Jumat (15/3).

Tidak hanya itu, Anning juga mengalami perlakuan fisik akibat pernyataannya tersebut. Seorang pria muda memecahkan telor di kepala senator kontroversial. tersebut Kejadian tersebut terjadi di tengah Anning berbicara kepada media pada pertemuan politik di Moorabbin, tenggara Melbourne, Sabtu (16/3).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA