Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Kemendikbud Sesuaikan UN di Daerah Bencana

Jumat 22 Mar 2019 06:08 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Teguh Firmansyah

Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) berjalan sambil membawa soal-soal setelah pelaksanaan uji coba ujian nasional. (ilustrasi)

Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) berjalan sambil membawa soal-soal setelah pelaksanaan uji coba ujian nasional. (ilustrasi)

Foto: Antara/Andika Wahyu
Di Sentani diberikan waktu gelombang ujian lebih banyak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Totok Suprayitno mengatakan, Kemendikbud telah mempersiapkan Ujian Nasional khusus untuk wilayah terdampak bencana. Hal ini sebagai bentuk bantuan pemerintah bagi siswa-siswi yang berada di wilayah bencana selama beberapa bulan terakhir.

Ia mengatakan, waktu ujian di semua wilayah bencana sama dengan daerah lainnya. Untuk wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, semuanya berjalan normal. Bahkan, ia mengatakan, komposisi soalnya tidak berbeda dari soal yang ada di tempat yang tidak terdampak bencana.

"Alhamdulillah kesepakatan terakhir berjalan normal, bahkan komposisi soalnya samakan saja dengan yang lainnya, karena rupanya enggak banyak waktu yang terganggu," kata Totok usai konferensi pers Ujian Nasional di Kantor Kemendikbud, Kamis (21/3).

Sementara itu, untuk Sulawesi yang terdampak gempa dan tsunami, ada beberapa daerah yang waktu belajar di sekolahnya hilang. Oleh sebab itu, soal-soal yang diujikan disesuaikan dengan yang telah dipelajari para siswa.

Bagi wilayah Sentani, Papua yang saat ini tengah dilanda banjir bandang, sebenarnya tidak banyak waktu belajar di sekolah yang hilang. Namun, Totok mengatakan, pihaknya juga memikirkan kondisi psikologis siswa di wilayah tersebut.

Terkait masalah sarana prasarana di Sentani, Totok menyebut tidak terlalu bermasalah karena ada sekolah yang bersedia menyediakan tempat untuk ujian sehingga waktunya tidak perlu dundur. Selain itu, jumlah penduduk di Sentani tidak terlalu padat sehingga dari segi fasilitas mudah diselesaikan.

Namun, terkait faktor psikologis pascabanjir, Kemendikbud memutuskan memberikan gelombang ujian lebih banyak. Siswa-siswi yang ingin mengikuti ujian sesuai dengan jadwal dipersilakan hadir. Sementara yang belum siap bisa mengikuti ujian susulan.

"Enaknya UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) itu dia fleksibel. Nanti kalau ada kesempatan lagi ujian susulan. Jadi terbuka layanannya. Cuma bagi mereka yang belum siap silakan menyusul," kata dia lagi.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA