Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Pemerintah Bangun Terowongan Terpanjang di Indonesia

Senin 08 Apr 2019 13:07 WIB

Red: Nidia Zuraya

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Panjang terowongan yang akan dibangun mencapai 1,3 kilometer

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang membangun terowongan bawah tanah atau underpass terpanjang di Indonesia yakni sepanjang 1,3 kilometer. Terowongan terpanjang ini akan dibangun di bawah Bandara Kulonprogo atau New York International Airport (NYIA), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Underpass terpanjang ini merupakan bagian dari Jalan Nasional Pansela (Pantai Selatan) Jawa. Dalam pembangunannya, faktor keamanan harus betul-betul diperhatikan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (8/4).

Menurut Basuki, pembangunan terowongan bertujuan agar akses Jalan Nasional Pansela Jawa yang menghubungkan Purwokerto dan Yogyakarta tetap terbuka. Hal tersebut, lanjutnya, antara lain karena pembangunan Bandara Kulonprogo memotong jalan pansela yang lama.

"Underpass terpanjang ini merupakan bagian dari Jalan Nasional Pansela Jawa. Dalam pembangunannya, faktor keamanan harus betul-betul diperhatikan,” kata Basuki.

Untuk menjamin keamanan underpass, Menteri PUPR telah memerintahkan Ketua Komite Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan Sugiyartanto yang juga Dirjen Bina Marga memperhitungkan secara cermat seluruh aspek keamanan dan keselamatan terowongan tersebut.

Misalnya, Basuki juga menginginkan antara lain atau jalan keluar kegawatdaruratan atau emergency exit perlu ditambah. "Saat ini masih dibahas untuk kajian lebih mendalam untuk menambah aspek keamanannya," ujarnya.

Selain itu, Menteri Basuki meminta kontraktor yakni Kerja Sama Operasi PT WIKAMdan PT MCM untuk memperhatikan aspek saluran air terowongan untuk menghindari terjadinya banjir. Kontraktor, lanjutnya, juga diminta untuk meningkatkan metode kerjanya dengan memperhatikan aspek seperti kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dan kebersihan.

"Jalan nasional tidak boleh berdebu akibat keluar masuk mobil proyek. Oleh karenanya mobil proyek harus bersih baik keluar maupun masuk lokasi proyek sehingga tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan," paparnya.

Sebagai dukungan untuk pembangunan Proyek Bandara Baru Yogyakarta yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), Menteri Basuki mengatakan bahwa Kementerian PUPR bersama PT Angkasa Pura I (Persero) akan menangani permasalahan banjir yang sempat terjadi pada Maret 2019.

Pembangunan underpass yang dilakukan sejak November 2018, progresnya kini sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2019. Biaya pembangunan bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)/Sukuk Negara Tahun Anggaran 2018-2019 sebesar Rp293,18 miliar.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA