Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Inggris dan MER-C Jajaki Kerja Sama Kemanusiaan

Senin 15 Apr 2019 17:58 WIB

Rep: Maman Sudiaman/ Red: Agus Yulianto

Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad didampingi oleh dua staf MER-C melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Senin (15/4). Kedatangan Tim MER-C diterima dengan hangat oleh Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Rob Fenn dan staf.

Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad didampingi oleh dua staf MER-C melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Senin (15/4). Kedatangan Tim MER-C diterima dengan hangat oleh Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Rob Fenn dan staf.

Foto: Foto: Istimewa
MER-C sebagai sebuah NGO Indonesia dengan berbagai program medis dan kemanusiaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- MER-C menyadari bahwa dana bukanlah hal yang utama dalam menjalankan sebuah organisasi. Namun, SDM relawan yang setiap saat siap turun ke lapangan dan jaringan (networking) adalah hal terpenting dalam menjalankan organisasi kemanusiaan ini. Karena itu, dalam rangka memperluas jaringan tersebut, pertemuan dan audiensi dengan berbagai pihak terus dilakukan. 

Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad didampingi oleh dua staf MER-C pun melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Senin (15/4). Kedatangan Tim MER-C diterima dengan hangat oleh Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Rob Fenn dan staf.

Dalam kunjungannya, Sarbini memaparkan mengenai MER-C sebagai sebuah NGO Indonesia dengan berbagai program medis dan kemanusiaan baik di dalam maupun di luar negeri. Dua di antaranya adalah program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di wilayah konflik Jalur Gaza, Palestina dan Rakhine State, Myanmar.

Khusus di wilayah Rakhine State, Sarbini menyampaikan, bahwa pembangunan RS Indonesia adalah program kerja sama MER-C, PMI (Palang Merah Indonesia) dan Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia). “Kami berharap RS Indonesia di Rakhine State bisa menjadi symbol perdamaian antara umat Muslim dan Budha di Myanmar sebagaimana yang membangun rumah sakit ini adalah umat Muslim, Budha, dan rakyat Indonesia,” ujar Sarbini. 

“Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla juga sangat berperan dalam pembangunan RS Indonesia,” tambahnya.

Wakil Duta Besar Inggris memberikan apresiasinya terhadap filosofi yang menjadi dasar program pembangunan RS Indonesia, terlebih di Rakhine State, sebuah wilayah yang sangat tertutup. 

“Kami menghormati langkah ini, apalagi Bapak Jusuf Kalla terlibat di dalamnya. Kami sangat tertarik dengan apa yang telah MER-C lakukan baik di Palestina maupun di Myanmar. Saya berharap Inggris dan MER-C bisa bekerja sama ke depan,” ujar Rob.

Pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit itu ditutup dengan pertukaran cinderamata antara kedua belah pihak.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA