Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Pakar TI: Hoaks Hasil Pemilu di Medsos Cukup Tinggi

Sabtu 20 Apr 2019 01:21 WIB

Red: Christiyaningsih

Hoax. Ilustrasi

Hoax. Ilustrasi

Foto: ABC News
Banyak hoaks beredar di medsos usai Pemilu 17 April 2019

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pakar teknologi informasi (TI) Universitas Dian Nuswantoro Semarang Solichul Huda menyebut banyak berita bohong atau hoaks seputar perhitungan hasil pemilu di media sosial (medsos). Usai pelaksanaan pemungutan suara 17 April 2019, hoaks perhitungan hasil pemilu cukup tinggi.

"Sejak pelaksanaan pencoblosan sampai Kamis (18/4) dini hari saja tercatat ada sekitar 100 konten hoaks di berbagai media sosial," kata Huda di Semarang, Jumat (19/4).

Konten berita bohong itu dilihat oleh ratusan ribu pengguna media sosial. Ia mencontohkan berita hoaks yang menampilkan perhitungan cepat hasil pemilu di salah satu stasiun TV. "Untuk mengetahui kebenarannya memang harus melalui uji forensik digital," katanya.

Satu berita hoaks tersebut, kata dia, bahkan sudah ditonton sekitar 800 ribu pengguna media sosial. Ia menyayangkan tidak adanya semacam pusat informasi anti hoaks yang seharusnya dibentuk oleh pemerintah.

"Pusat antihoaks tersebut seharusnya bisa jadi rujukan masyarakat untuk memilah antara berita bohong atau bukan," katanya. Lembaga itu juga bisa melaksanakan patroli siber untuk mengantisipasi beredarnya berita-berita bohong. Menurut Solichul, masifnya berita bohong seputar hasil pemilu di media sosial diduga sudah dipersiapkan sebelumnya mengingat tampilannya yang cukup rapi.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA