Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Mendikbud Resmikan Pusat Budaya Indonesia di Timor Leste

Jumat 26 Apr 2019 09:40 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Reiny Dwinanda

Mendikbud Muhadjir Effendy meresmikan PBI di Timor Leste,  Kamis (25/4).

Mendikbud Muhadjir Effendy meresmikan PBI di Timor Leste, Kamis (25/4).

Foto: Humas Kemendikbud
Pusat Budaya Indonesia diresmikan di Timor Leste.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, meresmikan Pusat Budaya Indonesia (PBI), di Dili, Timor Leste, Kamis (25/4). Ia mengatakan hal ini diharapkan dapat mempererat hubungan kedua negara.

"Selain sebagai tempat kegiatan kebudayaan, PBI juga menunjukkan pentingnya mengedepankan diplomasi budaya dan sebagai implementasi pertukaran budaya dan pendidikan antarkedua negara," kata Muhadjir, dalam keterangan resmi yang diterima Republika.co.id, Kamis (25/4).

Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor Leste, Sahat Sitorus, mengatakan kedua negara memiliki kesamaan sosial budaya, agama, dan bahasa. Indonesia terus berupaya menjadi negara tetangga yang berperan aktif dalam mendukung pembangunan dan kemajuan di Timor Leste.

"Indonesia dan Timor Leste berkomitmen untuk terus melakukan berbagai upaya dalam mendukung kemajuan pendidikan dan kebudayaan," kata Sahat.

Pusat Budaya Indonesia dibangun sejak tahun 2015 dengan peletakan batu pertama oleh Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono. PBI dengan luas 2.500 meter persegi dan memiliki gedung enam lantai ini mulai beroperasi sejak tahun 2016.

Pembangunan PBI merupakan suatu keputusan politik antara Indonesia dan Timor Leste. Dalam pertemuan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono dengan Perdana Menteri Republik Demokratik Timor Leste, Xanana Gusmao, di Istana Negara pada tanggal 26 April 2008, Presiden RI mengharapkan dapat dibangun PBI di Dili.

Hal tersebut kemudian diperkuat dengan hasil Joint Ministerial Meeting (JMC) ke-4 Indonesia-Timor Leste yang menyepakati pembangunan PBI di Dili. Pada tanggal 28 Juli 2010, di Dili, Pemerintah Indonesia menyatakan PBI memiliki makna strategis dalam mempererat dan memperkokoh hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Timor Leste, serta menjadi salah satu instrumen soft power dari politik luar negeri Indonesia.

PBI merupakan sarana untuk meningkatkan dan memperkuat kontak orang per orang. Selain itu, juga mempererat hubungan persahabatan antara kedua bangsa melalui berbagai kegiatan bersama secara terencana, terarah, dan profesional di bidang sosial-budaya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA