Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Kesalahan Sistem 737 MAX, KNKT Fokus Investigasi Kecelakaan

Selasa 07 May 2019 06:45 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolanda

Pekerja merakit Boeing 737 MAX 8 di fasilitas perakitan pesawat di Washington, Amerika Serikat.

Pekerja merakit Boeing 737 MAX 8 di fasilitas perakitan pesawat di Washington, Amerika Serikat.

Foto: AP Photo/Ted S. Warren
Investigasi KNKT juga dibantu Boeing untuk menguji peralatan AOA.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Boeing Co mengakui teknisinya telah mengetahui adanya masalah pada sistem peringatan pilot dalam pesawat jenis 737 MAX, sekitar setahun sebelum terjadinya tragedi Lion Air JT 610. Kejadian ini menewaskan 189 orang pada Oktober 2018.

Baca Juga

Kepala Humas Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indrianto mengatakan pihaknya saat ini masih lebih menekankan investigasi kecelakaan pesawat Lion Air. "Pada investigasi ini juga dibantu oleh pihak Boeing untuk menguji peralatan AOA yg diduga mengalami kerusakan," ujarnya ketika dihubungi Republika.co.id, Senin (6/5).

Sementara Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan perusahaan ‘angkat tangan’ perihal kejadian tersebut. Bahkan, melimpahkan perkara ini sepenuhnya ke pihak Boeing.

“Perusahaan no comments. Boleh konfirmasi lebih lanjut ke pabrikan bersangkutan,” ujarnya ketika dihubungi.

Sebelumnya perusahaan pesawat terbang The Boeing Company menyatakan terdapat kegagalan sistem pada Boeing 737 seri MAX. Pada saat pengiriman perdana ke maskapai pemesan, termasuk Lion Air, pada 2017 para insinyur Boeing mengetahui masalah pada perangkat lunak seri MAX yang berkaitan dengan AOA (angle of attack) Disagree.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA