Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Kemenkes Minta Dinkes dan UPT Siaga Cacar Monyet

Rabu 15 May 2019 23:54 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andi Nur Aminah

Penyakit cacar monyet mengancam.

Penyakit cacar monyet mengancam.

Foto: republika
dinkes dan UPT Kemenkes di Batam diimbau untuk waspada

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit meminta dinas kesehatan (dinkes) provinsi dan kabupaten/kota serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), rumah sakit, dan Puskesmas untuk mewaspadai penyakit cacar monyet (monkeypox) yang tengah terjadi di negara tetangga Singapura. hal tersebut tertuang dalam surat edaran tentang Kewaspadaan Importasi Penyakit Monkeypox tanggal 13 Mei 2019.

“Yang paling dekat dengan Singapura adalah Batam. Jadi kami imbau dinkes dan UPT Kemenkes di sana (KKP, RS, Puskesmas) untuk waspada. Terutama KKP yang menjadi pintu keluar masuk warga negara Singapura,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (15/5).

Baca Juga

Berdasarkan data Sistem Karantina Kesehatan (Sinkarkes) dari Januari hingga 10 Mei 2019, ia menyebut kedatangan kapal ke Indonesia terbanyak adalah dari Singapura, yakni 18.176 kapal. Di samping itu, penerbangan dari Singapura relatif cukup banyak sehingga kemungkinan terjadinya penyebaran penyakit monkeypox bisa terjadi.

KKP diminta untuk menyebarluaskan informasi tentang monkeypox kepada masyarakat. Selain itu melakukan pengawasan yang lebih intensif kepada kru dan pelaku perjalanan dari Singapura, negara-negara Afrika Barat, dan Afrika Tengah, terutama bagi mereka yang terdeteksi demam atau sakit yang diduga gejala monkeypox. Serta meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan alat angkut untuk memastikan telah bebas rodent (hewan pengerat seperti tikus).

"Selain itu, rumah sakit, dan Puskesmas juga diminta menyebarluaskan informasi terkait monkeypox dan memberikan pelayanan kesehatan dengan alat pelindung diri minimal masker dan sarung tangan," ujarnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA