Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kominfo Minta Warganet tak Sebarkan Ujaran Kebencian

Rabu 22 Mei 2019 14:21 WIB

Red: Christiyaningsih

Hoax. Ilustrasi

Hoax. Ilustrasi

Foto: ABC News
Kominfo) meminta masyarakat tak sebarkan konten kebencian menyusul aksi 22 Mei

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta masyarakat Indonesia tidak menyebarkan konten yang memuat aksi kekerasan dan ujaran kebencian. Imbauan ini dikeluarkan menyusul aksi massa yang terjadi hari ini (22/5).

"Dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di tengah masyarakat," demikian pernyataan resmi yang disebar Plt. Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Setu, Rabu (22/5).

Lewat edaran itu Kominfo mengimbau warganet yang mendapatkan konten kekerasan atau ujaran kebencian untuk segera menghapus dan tidak menyebarluaskan konten tersebut. Apalagi membuatnya viral dalam media apapun.

Berdasarkan temuan Kominfo, konten yang ditemukan berkaitan dengan aksi 22 Mei berupa video aksi kekerasan, kerusuhan, hingga hoaks video lama yang diberi narasi baru. "Kominfo mengimbau semua pihak terutama warganet untuk menyebarkan informasi yang menyebarkan kedamaian serta menghindari penyebaran konten atau informasi yang bisa membuat ketakutan pada masyarakat atau pun berisi provokasi dan ujaran kebencian kepada siapa pun," demikian bunyi imbauan tersebut.

Konten video yang mengandung aksi kekerasan, hasutan yang provokatif, serta ujaran kebencian mengandung SARA tergolong konten yang melanggar UU ITE. Jika mendapatkan konten-konten yang mengandung kekerasan dan ujaran kebencian, warganet dapat melapor ke akun Twitter resmi @aduankonten dan situs aduankonten.id.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA