Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Layanan Auto Debet Permudah Peserta JKN-KIS

Rabu 12 Jun 2019 23:00 WIB

Red: Rahmat Santosa Basarah

Layanan Auto Debet Permudah Peserta JKN-KIS

Layanan Auto Debet Permudah Peserta JKN-KIS

Resiko status kepesertaan tidak aktif, dapat diminimalisir.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Untuk menghindari lupa bayar iuran JKN-KIS sampai lewat jangka waktunya yang dapat menyebabkan status kepesertaan tidak aktif, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan empat bank untuk layanan autodebet iuran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) antara lain BNI, BRI, Bank Mandiri dan BCA. Untuk optimalisasi kerja sama layanan autodebet tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Bandung melaksanakan kegiatan evaluasi terkait pelaksanaan autodebet di Kota Bandung kepada empat bank mitra BNI KCP Bandung, BRI A.H Nasution, Bank Mandiri KCP Burangrang dan BCA KCU Bandung Asia-Afrika, beberapa waktu lalu.

''Layanan autodebet hadir untuk mempermudah peserta. Resiko terlambat membayar iuran karena lupa atau kesibukan yang dapat menyebabkan status kepesertaan tidak aktif, dapat diminimalisir. Autodebet tidak hanya ditujukan untuk peserta yang ingin membayar, tetapi juga bagi masyarakat yang mau mendaftar. Melalui pertemuan ini, kita ingin mencari solusi terkait palaksanaan autodebet selam ini yang sudah berjalan, sejak Januari sampai Mei 2019. Terkait kendala-kendala dilapangan, dapat kita koordinasikan bersama,'' ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandung Mokhamad Cucu Zakaria dalam siaran pers yang diterima Republika, Rabu (12/6).

Cucu juga menjelaskan bahwa pendebetan iuran peserta dilakukan rata-rata tanggal lima setiap bulannya. Kendala yang sering terjadi dilapangan adalah saldo yang tidak mencukupi untuk dilakukan pendebetan. Sehingga hal tersebut perlu dikoordinasikan lebih lanjut. ''Sedangkan untuk masalah data peserta tidak valid, misalnya ada perbedaan tanda tangan peserta, selama ini koordinasi kita dengan bank mitra sudah baik. Kita sudah memiliki SLA baik dari bank mitra ke BPJS Kesehatan, maupun dari kita melakukan feedback ke peserta. Intinya selama ini, koordinasi berjalan lancar dan baik,'' papar Cucu.

Senada dengan Cucu, perwakilan BNI KCP Bandung Ati Siti Syamsiah juga menyampaikan bahwa pihaknya senantiasa akan meneruskan kendala yang ditemui di lapangan kepada manajemen pusat untuk menemukan solusi bersama. ''Setiap kendala dan masukan yang kita dapati dilapangan, baik dari BPJS Kesehatan maupun dari pihak kami sendiri, akan saya teruskan ke manajemen. Termasuk misalnya usulan penyederhanaan form pendaftaran autodebet,'' ujar Ati.

Sejak Januari 2019 sampai dengan data bulan Mei terkini, BPJS Kesehatan Cabang Bandung telah memproses autodebet peserta JKN-KIS yaitu Kelas I sebanyak 7.813 peserta, Kelas II sebanyak 7.239 peserta, dan Kelas III sebanyak 1.692 peserta. (ril)

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA