Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Sampah Impor Mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun

Ahad 16 Jun 2019 02:38 WIB

Rep: Muhammad Riza Wahyu Pratama/ Red: Indira Rezkisari

Sejumlah pemulung memilah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sanggrahan, Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah Rabu (22/5/2019).

Sejumlah pemulung memilah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sanggrahan, Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah Rabu (22/5/2019).

Foto: Antara/Anis Efizudin
Pengusaha terlibat impor sampah harus pulihkan lingkungan terdampak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Pembina Koalisi Kawal Lingkungan Hidup Indonesia (KAWALI), Bagong Suyoto menyatakan, impor sampah mengancam kelestarian lingkungan di Indonesia. Menurutnya, sampah yang masuk ke Indonesia tegolong sebagai Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

"Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selalu kena getahnya. Para pengusaha yang terlibat impor sampah harus bertanggungjawab," kata Bagong melalui keterangan tertulis, Sabtu (16/5).

Menurutnya, para pengusaha yang terlibat impor sampah harus memulihkan kembali lingkungan terdampak. Selain itu, mereka juga harus diberikan sanksi tegas.

"Seharusnya, sampah yang dikumpulkan dimasukan ke dalam kontainer terus dikembalikan ke negara asal," tutur Bagong.

Kemudian, Bagong mendorong pemerintah untuk mencanangkan program pengembalian sampah impor. Hal itu harus dilakukan secara masif di seluruh pulau di Indonesia.

"Kita tunggu kerja nyata KLHK. Katanya seperti sampah plastik bisa terurai hingga ribuan tahun, berarti kita menanggung beban selama ribuan tahun," ucap Bagong.

Selain berdampak secara lingkungan. Bagong menambahkan, impor sampah tersebut juga memengaruhi harga hasil pungutan pemulung. Oleh karenanya, ia berharap pemerintah segera mengatasi masalah tersebut.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA