Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Jepang Sebut Masih Ada 20 Ribu Kerangka Tentaranya di Papua

Selasa 25 Jun 2019 22:38 WIB

Red: Bayu Hermawan

Dubes Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii

Dubes Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii

Foto: Republika/Neni Ridarineni
Dubes Jepang menyebut masih ada puluhan ribu kerangka tentaranya di Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii menyebutkan setidaknya ada 20 ribu kerangka tentaranya pada masa Perang Dunia II yang masih berada di wilayah Papua. Pemerintah Jepang akan mengirimkan tim untuk melaksanakan repatriasi terhadap kerangka-kerangka tersebut.

Baca Juga

Masafumi menyampaikannya usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kedua negara terkait perpanjangan repatriasi kerangka, di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (25/6). Jumlah 20 ribu kerangka itu, kata dia, berdasarkan data Pemerintah Jepang, tetapi kepastiannya tentu bergantung pada kajian selanjutnya di lapangan.

Seiring dengan MoU itu, ia mengatakan Pemerintah Jepang segera mengirimkan tim untuk melaksanakan repatriasi itu berkoordinasi dengan Pemerintah Indonesia dan pemerintah daerah terkait. Masafumi berharap tim tersebut bisa dikirimkan pada tahun depan agar bisa segera melaksanakan repatriasi di dua provinsi itu, yakni Papua dan Papua Barat.

Mengenai anggaran biaya, diakui dia, akan melihat sejauh apa skala kegiatannya, tetapi yang jelas repatriasi yang sempat tertunda itu akan segera dilanjutkan. Pemerintah Jepang, kata Masafumi, ingin secepatnya kerangka tentara-tentara mereka dikembalikan ke negaranya setelah lebih dari 70 tahun lamanya.

Sementara itu, Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud Fitra Arda mengaku belum bisa memastikan jumlah kerangka tentara Jepang yang ada di Papua. "Jumlahnya kami tentu tidak bisa sebutkan. Nanti diekskavasi berapa dulu, baru kita tahu. Namun, yang terpenting kesepakatan ini harus melibatkan masyarakat setempat," katanya.

Untuk mekanisme di lapangan, kata Fitra, tim dari Indonesia dan Jepang akan menyinkronkan data titik-titik ekskavasi sebelum memulai penggalian.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA