Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Indonesia-Argentina Setarakan Sertifikasi Pendidikan

Kamis 27 Jun 2019 06:45 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Muhammad Hafil

Presiden Jokowi dan Presiden Argentina Mauricio saat bertukar cendera mata dalam pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat siang ini, Rabu (26/6). Presiden Jokowi memberikan suvernir berupa bola buatan Majalengka dan Presiden Mauricio memberikan jersey bernomor punggung 10.

Presiden Jokowi dan Presiden Argentina Mauricio saat bertukar cendera mata dalam pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat siang ini, Rabu (26/6). Presiden Jokowi memberikan suvernir berupa bola buatan Majalengka dan Presiden Mauricio memberikan jersey bernomor punggung 10.

Foto: Republika/Dessy Suciati Saputri
Perjanjian ini ditandatangani oleh presiden Indonesia dan presiden Argentina.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Indonesia dan Argentina sepakat menyamakan standar sertifikat dan ijazah pendidikan antara kedua negara. Perjanjian bilateral ini ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Argentina Mauricio Macri di sela kunjungan kenegaraannya ke Istana Bogor, Selasa (26/6).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, penyetaraan standar sertifikat dan ijazah ini mempermudah pelajar, mahasiswa, atau tenaga ahli yang ingin melanjutkan pendidikan ke Argentina. Selama ini, perbedaan standar yang ada membuat pelajar dan mahasiswa harus mengulang level pendidikan di Argentina demi mendapatkan titel yang sesuai.

"Misalnya kita sekolah di sini, mau sekolah di sana (Argentina), ijazah di sini tidak diakui, sehingga banyak sekali harus mengulang dan sebagainya," ujar Menlu Retno usai mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Macri, Rabu (26/6).

Setelah kesepakatan yang diteken hari ini, ujar Retno, pemerintah kedua negara akan menindaklanjuti dan menyiapkan peraturan teknis yang akan berlaku. Kebijakan penyetaraan sertifikat pendidikan ini juga berlaku untuk pertukaran guru atau tenaga pendidik.

"Harapannya pada saat kita melakukan kerja sama pendidikan, ijazah ijazah yang kita miliki semuanya diakui oleh mereka. Demikian juga ijazah mereka diakui oleh kita, plus exchange guru, pendidik dan sebagainya. Sehingga dengan visa dan pendidikan itu kita harapkan people to people contact akan semakin bagus," ujar Retno.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA